Kasus Dihentikan, Oknum Anggota DPRD Maluku Utara Akhirnya Dibebaskan dari Tahanan

  • Bagikan
Pelapor dan Wahda Z Imam saat berdamai di Polda Maluku Utara (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan tindak pidana penggelapan harta dengan tersangka oknum anggota DPRD Maluku Utara, Wahda Z Imam. Penghentian penyidikan ini dilaksanakan dalam gelar perkara di Kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara, Selasa (23/11/2021).

Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara, AKBP Hengky Setiawan mengatakan kesepakatan damai perkara yang ditangani Ditreskrimum yang dilaporkan oleh ahli waris telah dilakukan. Dengan begitu, tersangka Wahda pun langsung dibebaskan dari tahanan Polres Tetnate.

“Perkara ini dinyatakan selesai oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan hari ini juga terlapor (Wahda) dikeluarkan (dari tahanan) terhitung mulai hari ini,” kata Hengky.

Sementara Penasehat Hukum Pelapor, Bahtiar Husni mengatakan pihaknya telah sepakati bahwa laporan tersebut dicabut dan dihentikan.

“Telah disepakati bahwa apa yang telah dikuasai oleh terlapor Wahda Z Imam itu harta murni dari almarhumah Velti Joshua, bukan harta dari terlapor,”jelasnya.

Sekedar diketahui, penghentian penyidikan kasus tersebut dilakukan setelah kedua belah pihak yang berperkara telah bersepakat memilih jalan damai dengan menempuh upaya restorative justice.

Dimana dalam kesepakatan dimaksud terlapor Wahda bersedia mengembalikan seluruh aset yang menjadi objek dalam perkara kasus tersebut.

Sejumlah aset yang dikembalikan diantaranya empat unit ruko beserta isinya, satu unit rumah beserta isinya, sebidang tanah di Sofifi dan dua unit mobil. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut