Pemda Sula Batalkan Anggaran Rp 30,4 M untuk Pulau Mangoli

  • Bagikan
Kondisi ruas jalan Dofa-Pelita Kecamatan Mangoli Barat yang anggarannya dibatalkan Pemda Kepulauan Sula (Istimewa)

SANANA – Sebanyak 16 paket proyek milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, yang dibatalkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman tahun ini, 8 diantaranya berlokasi di Pulau Mangoli. Total nilai anggaran dari 8 proyek yang dibatalkan tersebut berjumlah kurang lebih Rp 30,4 miliar.

Delapan paket proyek di Pulau Mangoli tahun ini yang dibatalkan Pemda dibawa pimpinan Bupati Fifian Adeningsi Mus, yakni proyek Peningkatan Jalan Dofa-Pelita senilai Rp 2,6 miliar dimenangkan oleh CV Permata Bersama. Proyek Pembangunan Jalan Buya-Waikafia senilai Rp 2,6 miliar dimenangkan CV Sinar Cempaka Raya. Proyek Pembangunan Jalan Saniahaya-Modapia senilai Rp 1,2 miliar dimenangkan  CV Permata Bersama. Peningkatan Jalan Dalam Desa Falabisahaya dan Rawa Mangoli senilai Rp 1,5 Miliar dimenangkan  CV Thita Mulia.

Peningkatan Jalan Kawata-Waisakai Rp 5,5 miliar dimenangkan PT Sinar Cempaka Raya. Peningkatan Ruas Jalan Minaluli-Trans Modapuhi (Sirtu ke Lapen) senilai Rp 7,7 miliar dimenangkan PT Hidayah Bersama Mandiri. Proyek Peningkatan Jalan Kaporo-Capalulu senilai Rp 7,4 miliar dimenangkan PT Albarkah Abdul Aziz. Pembangunan Jaringan Irigasi Kaporo (lanjutan) senilai Rp 1,9 miliar dimenangkan CV Permata Hijau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kepulauan Sula, Samsul Soamole mengatakan sebanyak 16 paket termasuk 8 paket berlokasi di Pulau Mangoli yang dibatalkan itu akan dianggarkan ulang pada tahun 2022.

“Paket proyek yang batal itu, kita akan anggarkan di tahun 2022 mendatang,” katanya.

Sedangkan dikonfirmasi terkait alasan pembatalan kata Samsul, karena sampai dengan semester pertama berakhir, progres pekerja tidak ada.

“Progres pekerjaannya tidak jalan, sementara sisa waktu yang ada tidak memungkin untuk pekerjaan paket proyek itu, sehingga kami ambil kesimpulan batalkan dan akan diakomodir pada tahun anggaran 2022 nanti,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut