Home » Bisnis » Karya Kreatif Mataraman 2024: Bisnis Rp4,4 Miliar untuk UMKM

Karya Kreatif Mataraman 2024: Bisnis Rp4,4 Miliar untuk UMKM

Fajar Eka Putra July 9, 2024

kabarmalut.co.id – Karya Kreatif Mataraman 2024 mencatatkan prestasi gemilang dengan komitmen bisnis mencapai Rp4,4 miliar. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk UMKM lokal, tetapi juga mendorong kemajuan sektor UMKM melalui berbagai inisiatif seperti business matching dan pengembangan akses pasar. Bank Indonesia (BI) Kediri, bersama pemerintah daerah, memainkan peran penting dalam mendukung UMKM di wilayah ini, memperkuat sektor ekonomi lokal, dan mempromosikan produk Indonesia di pasar internasional. Acara ini menekankan pentingnya keberlanjutan ekonomi dan pengembangan kreatif, dengan fokus pada produk-produk berkelanjutan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

” Baca Juga: Alasan dan Dampak Perceraian Juliette Angela dan Sexy Goath “

Capaian Karya Kreatif Mataraman 2024

Pada acara Karya Kreatif Mataraman 2024 yang diadakan pada Sabtu, 29 Juni 2024, tercatat komitmen bisnis sebesar Rp4,4 miliar. Capaian tersebut terdiri dari business matching produk UMKM senilai Rp3,3 miliar dan business matching pembiayaan sebesar Rp1 miliar kepada tiga UMKM lokal. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Moch. Choirur Rofiq, menyatakan bahwa BI terus berkomitmen untuk memperkuat pengembangan UMKM melalui digitalisasi dan perluasan akses pasar domestik dan ekspor. Upaya ini termasuk pengembangan UMKM unggulan untuk mendukung industri kreatif, ekspor, dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini sejalan dengan program BI yang bertujuan memperkuat sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Rofiq juga menegaskan bahwa BI Kediri terus bekerja sama dengan pemerintah daerah di 13 kabupaten dan kota untuk mendukung digitalisasi melalui penerapan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui modernisasi dan efisiensi transaksi keuangan.

Baca Juga :   Kebijakan Impor Baru: Kepatuhan Jastip Terhadap Aturan

Dukungan BI Terhadap UMKM

Pj. Wali Kota Kediri, Zanariah, mengapresiasi peran BI Kediri dalam mendampingi dan mengedukasi pelaku UMKM di wilayah tersebut. Banyak UMKM di Kediri yang berhasil menembus pasar internasional berkat pendampingan dan dukungan dari BI. Zanariah berharap bahwa jenis UMKM yang dibina oleh BI semakin beragam, tidak hanya terfokus pada sektor-sektor tertentu. Salah satu UMKM yang sukses menembus pasar ekspor adalah UMKM kerajinan kayu, yang menunjukkan bahwa diversifikasi produk sangat penting dalam pengembangan UMKM.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bandoe Widiarto, menjelaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Mataraman (KKM) sejalan dengan program Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI). Salah satu acara terkait adalah Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh yang akan diadakan pada Juli 2024 di Surabaya. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan kopi Jawa dan Kampung Wisata Sejarah Peneleh sebagai destinasi wisata baru. Bandoe menekankan bahwa Karya Kreatif Mataraman tahun ini juga memiliki konsep keberlanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Promosi dan Pengembangan UMKM

Salah satu sorotan dari acara ini adalah Djagabhumi Fashion Show yang menampilkan konsep fashion berkelanjutan dengan menggunakan wastra mataraman yang diwarnai dengan pewarna alam. Fashion show ini menampilkan karya dari 24 desainer lokal unggulan di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Kediri. Dengan tema “Arutala Lokha” yang memiliki makna perjalanan spiritual dan estetika, serta berfokus pada perawatan bumi melalui penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Istianah, pemilik OG Jewelry dari Pacitan, menekankan pentingnya pameran seperti yang diselenggarakan oleh BI Kediri untuk memasarkan produk UMKM. Pameran ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar, terutama ke pasar internasional. Istianah berharap agar BI dapat memfasilitasi pelatihan untuk membantu UMKM mengakses pasar global dan berpartisipasi dalam marketplace internasional.

Baca Juga :   Panduan Perencanaan Keuangan Beli Rumah Pertama

Tiwi Pontjowati, pemilik Alya Batik dari Trenggalek, juga menyoroti pentingnya pendampingan dari pemerintah daerah dan BI dalam memperluas pasar. Berkat pendampingan tersebut, kemeja batiknya berhasil menembus pasar ekspor. Dengan sekitar 20% dari produk yang dikirim ke Sarinah Jakarta dibeli oleh konsumen luar negeri. Dengan adanya Bandara Dhoho di Kediri, diharapkan pasar batik tulis premium dari Alya Batik bisa semakin berkembang.

” Baca Juga: Penjarahan Aset Rusunawa Terhadap Pemprov DKI Jakarta “

Penutup

Karya Kreatif Mataraman 2024 menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi lokal. Dengan adanya dukungan dari BI dan pemerintah daerah, diharapkan sektor UMKM dapat terus tumbuh dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Melalui berbagai inisiatif dan program yang berfokus pada digitalisasi, akses pasar, dan keberlanjutan. UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan mencapai pasar internasional yang lebih luas.