Home » Umum » Optimisme Peran Dan Kontribusi Positif Kelapa Sawit Di Papua

Optimisme Peran Dan Kontribusi Positif Kelapa Sawit Di Papua

Tika Purwana July 8, 2024

kabarmalut.co.id – Optimisme terhadap peran dan kontribusi positif kelapa sawit di Papua semakin menggeliat. Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, menekankan pentingnya kelembagaan dan kemitraan dalam industri kelapa sawit. Menurutnya, kelembagaan dan kemitraan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Kelembagaan dan kemitraan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kalau tidak ada kelembagaan maka tidak akan ada itu namanya kemitraan. Kelembagaan dan kemitraan tidak bermitra kepada orang, namun pada sebuah lembaga. Maka, lewat kelembagaanlah program diajukan dan ditanggapi oleh badan sawit Indonesia,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (30/6/2024).

” Baca Juga: Pendataan Coklit WNI di Perbatasan Malaysia Menjelang Pilkada 2024 “

Pentingnya Kelembagaan dan Kemitraan

Gulat menegaskan bahwa setiap stakeholder harus bekerja sama untuk memperkuat kelembagaan guna mencapai kemitraan. Dengan kelembagaan yang kuat, kemitraan yang baik dapat tercipta. Kemitraan tersebut bukan hanya kerja sama antara individu, tetapi antara koperasi atau asosiasi petani. “Maka akan datanglah namanya pabrik replanting dan segala macam. Jadi kita perkuat dulu kelembagaannya untuk mencapai kemitraan, kemitraan itu adalah kerja sama. Kerja sama itu bukan kepada perorangan, tetapi kepada koperasi atau asosiasi petani,” ujar Gulat. Kehadiran kelapa sawit di tanah Papua sangat penting sebagai penopang ekonomi rakyat, dan ini terwujud berkat berbagai terobosan yang dilakukan Apkasindo Papua dalam menyinergikan berbagai pihak.

Kolaborasi dan Kemitraan

Gulat ingin para petani sawit memiliki visi dan target yang realistis ke depannya. Selain itu, perlu ada kerja sama semua pihak untuk mengembangkan perkebunan sawit. Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Anike Rawar, juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan antara pemerintah, industri, dan masyarakat petani dalam mengembangkan perkebunan sawit yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Anike mengatakan bahwa kualitas dan produktivitas perkebunan sawit rakyat juga perlu ditingkatkan melalui penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca Juga :   Respons Tanaman terhadap Perubahan Suhu

” Baca Juga: Kemendikbudristek Petakan Prestasi Pelajar dengan SIMT “

Dukungan dari Berbagai Pihak

Untuk mencapai tujuan tersebut, Anike menambahkan bahwa perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan lembaga keuangan, dalam penyediaan akses modal, teknologi, dan pelatihan bagi petani sawit rakyat. “Selain itu perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri dan lembaga keuangan, dalam penyediaan akses modal, teknologi dan pelatihan bagi petani sawit rakyat,” ungkapnya. Anike berharap semua investor yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit di Provinsi Papua, Papua Selatan, dan juga Provinsi Papua Tengah agar tidak hanya mementingkan kebun inti milik perusahaan mereka, tetapi juga mengutamakan kepentingan masyarakat setempat