Home » Umum » Respons Tanaman terhadap Perubahan Suhu

Respons Tanaman terhadap Perubahan Suhu

Tika Purwana July 6, 2024

kabarmalut.co.id – Tanaman sangat peka terhadap perubahan suhu. Saat suhu meningkat, tanaman mengarahkan sistem akarnya untuk tumbuh lebih cepat, menghasilkan akar yang lebih panjang yang dapat menyerap lebih banyak air dan nutrisi. Respons alami ini mungkin bermanfaat dalam jangka pendek, namun penelitian menunjukkan bahwa tanaman tidak dapat mempertahankan respons ini secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa berpotensi membahayakan manusia.

” Baca Juga: Proyek Supertall Baru di Kota Oklahoma “

Proyeksi Peningkatan Suhu Global

Suhu global setiap tahun terus meningkat, dan para peneliti memproyeksikan bahwa pada tahun 2050, suhu akan naik sebesar 1,5 derajat Celsius. Peningkatan suhu ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana pertumbuhan tanaman akan terpengaruh. Para peneliti sedang mencari solusi untuk masalah ini. Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Nature mengungkapkan bahwa ada cara untuk membantu tanaman mengatasi suhu yang lebih tinggi.

Mengoptimalkan Penggunaan Pupuk

Peneliti di Salk Institute, Amerika Serikat, menemukan bahwa tanaman tertentu merespons suhu tinggi dengan pertumbuhan akar yang cepat. Namun, respons ini mengurangi kadar dua nutrisi penting dalam tanaman, yaitu nitrogen dan fosfor, yang membuat tanaman menjadi kurang bergizi saat dikonsumsi. Pada saat yang sama, jika tanah kekurangan nutrisi ini, pertumbuhan akar akan melambat dan tidak dapat merespons suhu tinggi dengan efektif. Temuan ini dipublikasikan di Nature Communications pada 1 Juni 2024. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk untuk memastikan ketersediaan nutrisi yang cukup.

Baca Juga :   Harga Lion TikTok berapa Uang dan Koin Yang diperlukan?

Hubungan Termomorfogenesis dan Nutrisi

Termomorfogenesis adalah perubahan pertumbuhan dan perkembangan tanaman berdasarkan suhu lingkungan. Menurut Profesor Wolfgang Busch dari Salk Institute, pemanasan global akan menyebabkan peningkatan suhu bumi, dan tanaman pasti akan merespons. Kekurangan nutrisi penting akibat suhu tinggi adalah masalah serius bagi masa depan makanan manusia dan hewan. Untuk memahami proses ini, peneliti mengamati Arabidopsis thaliana, sejenis tanaman berbunga kecil dari keluarga sawi. Mereka menemukan bahwa akar Arabidopsis, padi, dan kedelai tumbuh lebih cepat pada suhu tinggi jika nitrogen dan fosfor tersedia dalam tanah.

Peran Dua Protein dalam Termomorfogenesis

Penelitian menunjukkan bahwa dua protein dalam Arabidopsis, yaitu HY5 dan NRT1.1, berperan penting dalam pertumbuhan akar di bawah kondisi suhu tinggi. HY5 mengawasi instruksi genetik dari NRT1.1, sementara NRT1.1 merasakan ketersediaan nitrogen dan mengatur kadar fosfor serta koordinasi pertumbuhan akar. Jika kekurangan nitrogen dan fosfor, HY5 akan menekan ekspresi NRT1.1, yang menyebabkan pertumbuhan akar melambat. Pada tanaman padi dan kedelai, protein ini juga mempengaruhi pertumbuhan akar dengan cara yang mirip dengan Arabidopsis.

” Baca Juga: MU Sepakat dengan Bek Muda Everton, Jarrad Branthwaite “

Implikasi Penelitian untuk Masa Depan

Professor Busch menekankan bahwa nitrogen dan fosfor adalah kunci dalam mengendalikan pertumbuhan akar di bawah tekanan suhu tinggi. Temuan ini sangat penting untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh pemanasan global terhadap produksi makanan bergizi untuk populasi global yang terus bertambah. Penelitian ini membuka jalan untuk merekayasa tanaman dan mengoptimalkan penggunaan pupuk agar pertumbuhan tidak terhambat oleh kekurangan nutrisi pada suhu tinggi di masa depan.