Rizal Ramli Kagumi Keindahan Tanjung Bongo

  • Bagikan
Objek wisata Tanjung Bongo, Halmahera Utara (Foto: Gustav/KabarMalut)

TOBELO – Keindahan Tanjung Bongo yang berlokasi di Kecamatan Galela rupanya juga memukau mantan Menteri Koordintor Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Rizal yang tiba di Kabupaten Halmahera Selatan (Halut) pagi tadi langsung menyempatkan diri mengunjungi lokasi Tanjung Bongo yang oleh wisatawan domestik disebut-sebut sebagai miniatur Raja Ampat ini.

Rizal mengaku, keindahan alam dan laut Tanjung Bongo sangat layak dipublikasikan dalam bentuk event promosi wisata mengingat Tanjung Bongo terbentuk dari ‎ pulau-pulau batu yang berjajar tak beraturan di‎ permukaan laut dan memiliki keindahan laut yang cocok untuk diving.

“Justeru keindahan alamnya ini yang membuat Tanjung Bongo layak untuk dipromosi. Keindahan wisata bahari dan spot-spot tebing batu ini yang justeru menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Rizal kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

‎Rasa takjub Rizal ini juga mendapat sambutan hangat dari Ketua Panitia Festival Tanjung Bong (FTB) Husni Alam. Menurut Husni, Tanjung Bongo menyimpan segudang keindahan yang sangat sayang jika tidak dinikmati mulai dari Gunung Api Bawah Laut, spesies kelinci laut, hingga terumbu karang yang sangat cocok untuk peminat diving dan incaran wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Wisatawan dari Belanda dan Inggris serta dari pulau Jawa sudah banyak yang berkunjung di lokasi ini dan mereka takjub. Makanya sangat disayangkan kalau FTB harus batal karena alasan infrastruktur,” jelasnya.

Ia menjelaskan jelang FTB yang dijadwalkan pada akhir pecan ini, panitia sudah melakukan seluruh persiapan di empat titik spot yakni Tanjung Bongo, Talaga Biru, Air Panas Mamuya dan tempat penggalian telur burung Mamuya yang seluruhnya murni dilakukan masyarakat Galela dengan budaya Bari dan Leleany (Gotong Royong). Bahkan, lokasi Tanjung Bongo saat ini sudah dibuat jalan khusus untuk wisatawan tanpa mengubah struktur asli Tanjung Bongo.

“Tidak ada yang kami ubah, semuanya masih virgin, yang kami proritaskan adalah kebersihan lingkungan,” jelasnya.

‎Menurutnya, sekalipun tidak mendapat dukungan dari Pemkab Halut, namun Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba dipastikan akan membuka langsung FTB yang dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari. Bahkan, salah satu program TV (Si Bolang) juga akan ikut ambil andil di FTB.

FTB dipastikan tetap digelar karena seluruh masyarakat Kecamatan Tobelo ikut andil dalam hal ini. (wie)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut