Takut Bupati, Sejumlah Kepala SKPD Halbar Mendadak Bisu

  • Bagikan
Bupati Halmahera Barat, Danny Missy

JAILOLO – Diduga karena takut terhadap Bupati Kabupaten Halmahera Barat Danny Missy, sehingga membuat sejumlah kepala SKPD enggan memberikan komentar saat diwawancarai awak media.

Sikap bungkam para kepala SKPD ini, disinyalir atas perintah Bupati Danny yang melarang kepala SKPD memberikan informasi apapun kepada awak media dan hanya diberlakukan sistem satu pintu, yakni melalui Dinas Kominfo Kehumasan, Statistik dan Persandian. Hal ini diduga agar tidak terjadi salah memberikan pernyataan dan miss komunikasi.

Salah satunya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halbar, Fredik Budiman memilih bungkam dan menghindar saat diwawancarai sejumlah proyek di dinas tersebut.

“Saya tidak mau berbicara, nanti langsung ke protokoler karena mereka lebih mengetahui soal informasi. Protoler sudah tahu semua jadi langsung ke mereka,” kata Fredik sambil berlalu, Kamis (15/2/2018).

Sikap yang sama juga terlihat pada sejumlah pimpinan SKPD lainnya. Mereka terkesan melarikan diri dan menyarankan agar awak media menanyakan langsung semua informasi ke Dinas Kominfo Kehumasan, Statistik dan Persandian.

“Ini perintah pak Bupati jadi harus lewat satu pintu saja,” ungkap sejumlah pimpinan SKPD.

Terpisah, anggota DPRD Halbar Mahdi Husen mengatakan, sikap Bupati Danny Missy yang melarang Setiap SKPD lingkup Pemkab Halbar untuk bicara dan menyarankan semua informasi keluar melalui satu pintu, yaitu Dinas Kominfo, itu tidak masalah. Tetapi yang terpenting bobotan informasi keluar sesuai yang dimaksud oleh SKPD.

“Sah-sah saja sistem itu diberlakukan, yang penting sesuai sasaran dan harapan,” ungkapnya.

Menurutnya, bila tetap dipertahankan dan membatasi hak berbicara. Maka nantinya Dinas Kominfo yang di kambing hitamkan atas permasalahan ini.

“Jangan sampai Diskominfo yang di kambing hitamkan,”cetusnya.

Mahdi berharap, hal itu tidak harus dipertahankan karena yang lebih mengetahui situasi dan perkembangan adalah pimpinan SKPD.

“Karena, teknisnya ada di mereka sehingga harus kembali seperti biasanya,” pinta politisi PKS ini. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut