Bupati Danny Missy Alergi Kritik, Frangky: Saya Sarankan Mundur Saja

  • Bagikan
Ketua Fraksi Demokrat, Frangky Luang

JAILOLO – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Halbar, Frangky Luang menilai Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Danny Missy alergi dikritik.

Padahal, Bupati Danny sebagai seorang publik figur idealnya jangan alergi ketika dikoreksi.

“Kalau alergi, saya sarankan mundur saja,” katanya.

Hal ini terbukti, saat Frangky menilai program 100 hari Bupati Danny hanya khayalan, sejumlah pihak yang merupakan orang dekat bupati mati-matian melakukan pembelaan.

Salah satunya adalah Sekretaris Diskominfo Sahmi Salim menilai pernyataan Frangky asal bunyi dan menebar opini.

Kemudian yang terbaru, pernyataan koleganya di DPRD Halbar, sekaligus ketua DPC Partai Hanura Halbar, Denny Palar disejumlah media, menyebut koreksi yang disampaikan Frangky sangat tidak etis dan terkesan sakit hati.

Frangky menilai koleganya tersebut mengalami kecelakaan berpikir. Sebab, Denny Palar sangat keliru dalam mentafsirkan soal koreksi program 100 hari kerja bupati Halbar Danny Missy.

“Justru Denny Palar yang celaka berpikir dan keliru menafsirkan koreksi terhadap program bupati,” kata Frangky kepada kabarmalut, Sabtu (17/2/2018).

Menurutnya, sebagai lembaga yang mempunyai fungsi kontrol terhadap Pemerintah daerah, maka wajib dikoreksi. Bukan seperti Denny Palar yang dengan semangat menggebu-gebu membela bupati.

“Harus tahu topoksinya dan jangan asal bicara, ngawur saja,” cetusnya.

Perlu diketahui, Hanura merupakan salah satu partai pendukung pasangan Danny Missy-Ahmad Zakir Mando pada pencalonan bupati dan wakil bupati lalu.

Sambung Frangky, fraksi Demokrat mempunyai kajian soal berjalannya pemerintahan Bupati Danny selama dua tahun ini.

Tentunya, dalam semangat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang notabene produk dari visi-misi.

Padahal, janji kampanye yang telah disampaikan oleh bupati, sementara masih ditunggu-tunggu oleh rakyat Halmahera Barat. “Sampai saat ini hanya ngomong doang,” cetus Frangky.

Selain itu, lanjut Frangky, fraksi Demokrat tetap konsisten meminta laporan soal Rp 1,5 miliar ke bandara Kuripasai. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut