Limbah PT ARA Hambat Program Pemkab

  • Bagikan
Kepala DKP Haltim, Asmar H Daud

MABA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), menganggap PT Alam Raya Abdi (ARA) memperhambat program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim, melalui DKP dalam melakukan kolam Balai Benih Ikan di Desa Batu Raja Wasile. Sebab dengan terjadi pencemaran lingkungan mengakibatkan kolam terkena dampaknya, namun sejauh ini PT ARA belum juga melakukan normalisasi kolam ikan serta ganti rugi atas pencemaran tersebut.

“Seharusnya PT ARA memproritaskan kolam ikan, sehingga tidak menghambat kebijakan program dari Pemkab, terutama pengadaan benih ikan pasca pencemaran limbah perusahan,” kata Kepala DKP Haltim, Asmar H Daud kepada KabarMalut, Jumat (23/2/2018).

Dirinya mengaku, kolam tersebut  merupakan kebijakan program 2018, sehingga jika belum melakukan pemberisihan kolam atau ganti rugi, tentunya dapat menghambat skala proritas terutama penggadaan bibit. Karena waktu kejadian seluruh bibit ikan yang ada di kolam induk dilepas.

“Kejadian penecamaran, saya minta agar ikan yang ada di kolam harus dilepas, sementara mereka minta pembuktian, memang benar tidak ada ikan yang mati, karena kami sudah lepas ikan waktu kejadian, jika tidak lumpur ada di dalam kolam lebih banyak,” turunya.

Dirinya mengaku, tolal kolam ada di BBI sebanyak 13 kolam, dimana seluruhnya tergenang lumpur perusahan. Untuk itu pihaknya berharap PT ARA segera mungkin melakukan pembersihan kolam ikan.

“Kalau pencemaran lahan bisa kita akan tunggu proses ganti rugi, namun ini terkait dengan program kita di tahun ini terutama menghambat pengadaan bibit, karena belum dilakukan pembersihan oleh perusahan,” cetusnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut