BAPPOR Obi Nilai Perusahan Telah Rugikan Masyarakat

  • Whatsapp
Kerusakan lingkungan di Pulau Obi

TERNATE – Dugaan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh PT. Poleko Yubarson, yang telah mencaplok izin eksplorasi  hutan di Pulau Obi, untuk mengelolah menjadi kayu dan banyaknya permasalahan perusahaan pertambangan di Kawasi oleh PT Harita Group, hal ini dinilai oleh Barisan Pemuda Pelopor (BAPPOR) Kepulauan Obi telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Yang menjadi pertimbangan dan kami menganggap para investor tambang dan kayu yang beroperasi di pulau Obi telah melanggar HAM. Karena pulau Obi  sudah kapling semua sementara masyarakat di lingkar perusahaan tidak mendapat dampak yang baik, sehingga hal ini  perlu ketegasan kepada pihak yang berwenang jika hak masyarakat diabaikan maka ini disebut sebagai ancaman dan pelanggaran HAM,” kata Koordinator Barisan Pemuda Pelopor (BAPPOR) Kepulauan Obi, Muhammad Risman, Kamis (29/3/2018).

Muat Lebih

Risman menyebutkan, apalagi izin perusahaan yang beroperasi baik itu tambang dan kayu cukup lama, sehingga disampaikan kepada pihak berwajib untuk tidak diam melihat pelanggaran, karena masyarakat telah mendapat imbas dari kerusakan hutan dan lingkungan yang berdampak pada banjir yang meredam beberapa desa di Pulau Obi beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan bahwa jika tidak direspon dikhwatirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika masyarakat di lingkar perusahaan tidak lagi dapat menjamin kehidupan kesehariannya,” ujarnya.

Sealain itu,  menurutnya setelah hadirnya perusahan ini, masyarakat di sekitar perusahaan yang banyak yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, akan tetapi tanah untuk berkebun dan laut untuk mecari hasil laut tercermar, akibat limbah perusahaan khususnya limbah perusahaan pertambangan maka itu tentu akan menjadi masalah baru dan ancaman bagi kelangsungan kehidupan masyarakat.

“Maka khususnya sesuai aksi kami beberapa hari lalu di Kantor Perwakilan PT. Harita Grup salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kawasi dan Kepada PT. Poleko Yubarson perusahaan kayu yang sudah mengklaim izin atas lahan untuk mengolah kayu di hutan Pulau Obi dan beberapa perusahaan lainnya yang beroperasi di Pualu Obi,  turut berpartisipasi membangun khususnya infrastrukur Pulau Obi,” tegasnya. (Ong)

Pos terkait