Kepsek Dimutasi, Warga Obi Tolak Kepsek Baru SMA 31 Halsel

  • Bagikan
Siswa SMA Negeri 31 Halsel Menggelar Aksi Menolak Kepsek Baru

LABUHA – Menjelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) warga Desa Sum Kecamatan Obi Timur, dihebohkan dengan pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 31 Halmahera selatan (Halsel) Alwin Hasani dengan Mahlin Mandar yang sebelumnya bertugas SMA Negeri 6 Halsel, sedangakan Alwin Hasani sendiri dipindahkan ke SMA 37 Halsel sebagai Guru biasa. Ironisnya surat tugas bernomor 800/31/2018 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Januari 2018 itu tanpa ada tanda tangan dari Kepala Dinas Pendidikan Malut, Imran Yakub.

Ketua Komite SMA Negeri 31 Halsel, Rikman Dawowo, menyesalkan kejadian tersebut yang bakal mengganggu pelaksanaan USBN yang sudah dekat.

“Kami khawatir ini menggangu proses belajar mengajar, hari Senin ujian sekolah suda dimulai, orang tua siswa-siswi dan komite sekokah telah bersepakat Alwin Hasani tidak bisa digantikan. Ini kesepakatan kami,” ungkap Rikman Dawowo, Minggu (8/4/2018).

Di lain sisi, Asosiasi Persaudaraan Mahasiswa Sum (APMS) Obi Timur menolak keras pergantian Kepsek  tersebut. Menurut APMS, dengan adanya pergantian Kepsek menjelang ujian nasional dapat mengganggu jalannya proses ujian.

“Kami beserta masyarakat dan Komite Sekolah menolak keras pergantian ini. Hal ini bisa berpengaruh besar terhadap kognitif anak-anak dan dapat merusak mental secara psikis para peserta ujian nasional, sehingga nantinya anak negeri atau khususnya siswa-siswi SMA Negeri 31 Halsel yang akan menjadi korban,” ujar Ketua APMS Obi Timur, Agianto.

Lanjutnya, ditinjau dari Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 pasal 7, terkait dengan disiplin seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berlaku terhadap Alwin Hasini sebagai Kepsek SMA Negeri 31 Halsel. Alwin Hasani dinilai memiliki prestasi dalam menjalankan tugas sebagai Kepsek.

“Bagi kami surat tugas yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara merupakan tindakan sewenang-wenang, penjabat pemerintah terhadap tugas structural ASN dalam hal ini bapak Alwin Hasini selaku Kepsek SMA Negeri 31 Halsel,” cetusnya.

Olehnya itu, kata Agianto, atas  nama APMS bersama masyarakat dan Komite Sekolah menolak Mahlin Mandar sebgai Kepsek di SMA Negeri 31 Halsel.

“Bahwa berkaitan dengan surat tugas tidak ada hal yang urgensi untuk dilakukan mutasi, apalagi yang bersangkutan dalam hal ini Mahlin Mandar sudah beberapa kali ditolak oleh masyarakat Obi pada tempat dimana beliau bertugas sebelumnya. Hal ini mencerminkan loyalitas dan dedikasi di bidang pendidikan serta kepribadian dari yang besangkutan,” cecarnya.

Lebih lanjut, pihanya menilai Surat Tugas yang dikeluarkan oleh pihak Dikbud Provinsi Malut tidak ada iktikat baik  serta cacat secara hukum karena tidak disertakan dengan tanda tangan Kepala Dinas sebagai suatu bentuk pengesahan surat tugas. Dikataknnya, ada hal yang ganjil ditemui ialah, penerbitan SK/surat tugas pada tanggal yang sama, yaitu pada tanggal 19 Januari 2018 tentang pergantian tempat tugas, terdapat dua surat tugas yang sama dengan subjek pengganti yang sama namun tempat tugas yang berbeda. Tetapi surat tugas untuk penugasan kedua, baru sampai ditangan  Alwin Hasani tertangal 13 Maret 2018.

“Kami menilai tidak sesuai dengan istrumen hukum Nasional Republik Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak sepadam dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik,” kata Agianto

Atas dasar itu APMP menolak tegas kehadiran Kepala Sekolah SMA 31 Halsel yang baru yakni Mahlin Mandar yang menggantiakn Alwin Hasani.

“Kami atas nama APMS menolak dengan tegas Mahlin Mandar mengantikan Alwin Hasani sebagai Kepsek SMA Negeri 31 Halsel, serta menuntut agar Alwin Hasani tetap bertugas sebagai Kepsek SMA Negeri 31 Halsel.  Bagi kami Alwin Hasani adalah Guru yang cukup mengedukasi masyarakat Desa Sum Kecamatan Obi Timur khususnya, siswa-siswi SMA Negeri 31 Halsel lewat dedikasi dan loyalitas” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut