Akhirnya Pelaku Penikaman Irfandi Berhasil Diringkus

  • Bagikan
Pelaku penikaman yang berhasil diciduk anggota Polres Halbar

JAILOLO – Pelarian pelaku penikaman terhadap Irfandi Hi Adam hingga tewas telah berakhir. Selama tiga hari menjadi buronan polisi pasca kejadian, pelaku Hardiyato Wakaisua berhasil ditangkap aparat kepolisian dari Polres Halmahera Barat.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, pelaku diciduk di dalam bangunan gereja tua di Desa Akediri, Kecamatan Jailolo. Saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit Sepeda motor Suzuki Smash dengan nomor polisi DG 4010 MB yang digunakan pelaku saat melarikan diri usai melakukan pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Halbar AKP Said Aslam ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku tersebut.

“Saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti (pisau) yang digunakan untuk menganiaya korban yang menyebabkan salah satu diantaranya (Irfandi) meninggal dunia,” kata Said, Minggu (22/4/2018).

Atas dasar itu, Unit Resmob melakukan pengembangan guna menemukan barang bukti (BB) pisau. Sesuai pengakuan pelaku, BB tersebut ditinggalkan di Gunung es, Desa Tosoa, Kecamatan Ibu Selatan, sehingga anggota Resmob bersama pelaku menuju ke lokasi.

“Saat di lokasi, pelaku mencoba melarikan diri sehinga anggota Resmob terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan dan mengenai kaki kanan pelaku,” kata Said mengisahkan.

Lanjut dia, usai melakukan pengembangan dan menemukan barang bukti berupa senjata tajam (pisau) pelaku langsung digiring ke RSUD untuk melepaskan timah panas yang bersarang di kaki kanan pelaku.

“Selanjutnya digiring kembali ke Mapolres untuk diproses lebih lanjut,” tandasnya.

Sebelumnya Hardiyanto Wakaisua warga Desa Tongute Ternate Kecamatan Ibu, nekat menikam teman sendiri, Irfandi Hi Adam dan Fahri Ahmad.

Kejadian berawal  ketika pelaku (Haryanto) dan kedua korban duduk bersama sambil minum minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus di salah satu tempat duduk yang terbuat dari bambu. Namun tiba-tiba korban Irfandi mencabut selembar bambu tempat duduk sehingga pelaku menegurnya.

Kedua korban tidak terima teguran pelaku sehingga terjadi adu mulut yang merembek ke adu jotos. Dan saat itu pula, pelaku yang membawa benda tajam langsung menikam kedua korban.

Akibat dari kejadian tersebut, korban Irfandi mengalami luka robek di bagian belakang searah dada lalu meninggal dunia. Sementara korban Fahri mengalami luka robek bagian belakang searah pinggang dan dilarikan ke Puskesmas Tongute Ternate, selanjutnya dirujuk ke RSUD Jailolo guna mendapat penanganan intensif. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut