Ritual Cuci Kaki Ibu Warnai Event Festival Teluk Jailolo

  • Bagikan
Tradisi cuci kaki ibu atau Sigofi Hohu yang dilakukan siswi SD dan SMP Halbar

TANGAN mungil anak itu mengelus-elus lembut sepasang kaki yang mulai menua, dengan perlahan ia membasuh sepasang kaki tersebut dengan air.

Itu adalah atraksi cuci kaki atau bahasa lokalnya Sigofi Hohu, yang dilakoni puluhan anak dengan sang ibu.  Di area Festival Teluk Jailolo (FTJ) di Jailolo, Halmahera Barat (Halbar), dalam rangkaian acara memeriahkan satu dekade FTJ, Rabu (2/5/2018).

Bahan yang digunakan untuk atraksi ini adalah air, rumput kano-kano, rumput cinga dan gong kecil.

Air memiliki makna sumber kehidupan, Rumput kano-kano menyimbolkan saling berharap, rumput cinga atau cinga artinya saling mengingat satu sama lain. Bahan-bahan tersebut diletakkan dalam wadah bernama gong kecil atau piring kecil.

Gong kecil atau piring, berfungsi selain sebagai wadah tempat bahan Sigofi Hohu tersebut, piring juga memiliki makna mengingatkan. Sebab saat prosesi berlangsung, gong kecil atau piring tersebut dibunyikan dengan cara diketuk, bunyi dari hasil ketukan itu bermakna mengingatkan.

Saat prosesi Sigofi Hohu berlangsung, seseorang melantumkan dola bololo atau syair sastra lisan, mengiringi prosesi berlangsung.

Dola bololo atau syair sastra lisan tersebut menyampaikan pesan-pesan moral kepada sang anak  menghormati orang tua, agar sukses dan selamat dunia akhirat yang merupakan hakikat hidup manusia.

Manari Theme Song FTJ atau Goyang Jailolo

Martina Geovana Kau, salah satu peserta ritual Sigofi Hohu, yang ditemui usai atraksi mengatakan, sangat terharu saat melakoni atraksi tersebut.

Sebab, belum pernah dia membasuh kaki ibunya, meski ia tahu bahwa cara menghormati orang tua tidak harus mencuci kaki ibu.

“Terharu, apalagi pesan-pesan Dola Bololo juga sangat menyentuh,” ungkap siswi kelas IX SMP Kristen Idam Gamlamo, Halbar ini.

Ritual sigofi hohu atau ritual cuci kaki ini masih dipraktikkan masyarakat Halbar, terutama warga Loloda.

Ritual tradisi ini biasanya berlangsung diacara kawinan, atau menjemput tamu yang baru pertama kali berkunjung di Halbar, bahkan bagi warga Loloda ritual ini melambangkan cintah kasih sayang antara anak dengan orang tua.

Usai ritual sigofi hohu, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP ini menarikan tarian theme song FTJ atau disebut goyang Jailolo.

Theme Song FTJ adalah tarian kolosal yang ditarikam secara masal hasil kreasi dari beberapa tarian lokal seperti lalayon, dana-dana, tide-tide dan legu salai.

Tarian massal ini melibatkan 500-an siswa-siswi SD dan SMP se-Jailolo, Sahu dan Sahu Timur. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut