DPRD Utus Tim Tinjau Kebun Warga Terkena Dampak Pertambangan PT ADT

  • Bagikan
Ketua DPRD Taliabu, Muh Nuh Hasi

BOBONG – Setelah didemo oleh ratusan petani tiga kecamatan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tani Taliabu (AMTT) selaku pemilik lahan di areal lingkar tambang PT Adi Daya Tangguh (ADT), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu bakal menurunkan tim 7 terkait sengketa lahan masyarakat yang telah dialihkan menjadi areal lingkar tambang tanpa ada kesepakatan atau pengetahuan pemilik lahan.

Ketua DPRD Pulau Taliabu, Muh Nuh Hasi menjelaskan, tim 7 yang mewakili semua fraksi di DPRD Taliabu itu akan segera diturunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti keluhan para petani  yang konon katanya lahan-lahan mereka terkena dampak pertambangan dan bahkan telah dijual oleh oknum- oknum tertentu.

“Saya akan kirim tim dari DPRD perwakilan dari semua fraksi. Tim 7 ini untuk mencari tahu siapa punya lahan, agar jangan mengatasnamakan masyarakat padahal hanya berapa orang saja. Lahan-lahan mana yang kenal dampak, kemudian mana lahan perkebunan yang katanya sudah dijual AHM, kalau sudah jual ya mana bukti-buktinya,’’ ujar Muh Nuh ketika  dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (22/5/2018).

Tim tersebut bakal diturunkan sebelum 14 hari mendatang, sebab pada minggu kedua nantinya AMTT akan kembali berdemo meminta kehadiran pemerintah dan DPRD untuk menjawab masalah lahan perkebunan mereka.

Sebelumnya, ketua DPRD juga mengakui telah menandatangani MoU dengan para pendemo bahwa aspirasi AMTT akan ditindaklanjuti oleh DPRD selaku wakil rakyat.

“Kemarin itu kami hanya mengantisipasi tandatangan diatas meterai 6000 itu saja sebetulnya itu hanya mengantisipasi supaya mereka jangan ribut lagi karena poin-poin yang itu kan hanya dikatakan membantu atau memfasilitasi  dan sebagainya saja,’’ ungkapnya. (San/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut