HUT Adhyaksa ke-58, Kejati Gelar Penanaman Pohon dan Operasi Katarak

  • Bagikan
Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrul Padoma menyarahan Kelapa Bido kepada Kajati Malut, Ida Bagus Nyoman, untuk ditanam pada acara penanaman pohon

DARUBA – Memperingati HUT Adhyaksa ke-58,Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, mulai dari penghijauan dengan melakukan penanaman pohon serta operasi katarak yang berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai.

Kajati Malut, Ida Bagus Nyoman mengaku, Morotai penting ditanami pohon karena dengan adanya pohon dapat melindungi Morotai dari terpaan angin dan trik sinar matahari. Morotai yang berada di wilayah perbatasan, sangat diperhatikan pemerintah pusat untuk dikembangkan, dimana pemerintah pusat fokus untuk mengembangkan proyek strategis nasional.

“Jadi Morotai juga masuk dalam katagori daerah perbatasan, terdepan dan tertinggal, maka pemerintah pusat memfokuskan untuk mengembangkannya dengan cara diadakan proyek strategis Nasional,” kata Ida usai mengikuti acara HUT Adhyaksa ke 58 yang diperingati Pemkab Morotai di RSUD Daruba, Rabu (11/7/2018).

Kajati Malut, Ida Bagus Nyoman melakukan penaman pohon di areal RSUD Daruba

Untuk mendukung proyek tersebut, lanjut Ida sejumlah kegiatan sosial seperti operasi katarak, penanaman pohon dan kegiatan sosial lainnya ikut dikerjakan. Ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah pusat atas program yang telah dicanangkan.

“Jadi kegiatan penanaman pohon dipusatkan di lokasi rumah sakit, karena dampaknya sangat positif bagi masyarakat sekitar, karena dengan adanya pohon bakal dijadikan tempat rekreasi untuk menghilangkan rasa stres dan kegiatan positif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Kajati menanam sejumlah pohon yang dipusatkan di areal rumah sakit berupa Mahoni Samama, Bunga Tanjung, Asam Jawa dan Kelapa Bido. Maksud dari kegiatan ini adalaha untuk meningkatkan kepedulian dari berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkelanjutan dalam mengurangi efek rumah kaca yakni pemanasan global.

Selain itu, menjadikan Morotai sejuk dengan menanam penghijauan sebagai pelindung, meningkatkan absosrbsi gas Co2, So2 dan mencegah banjir, kekeringan serta tanah longsor.

Antusia warga melakukan Operasi Katarak pada HUT Adhyaksa ke-58

Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrul Padoma  mengaku, masa kepemimpinan dirinya bersama Bupati Benny Laos, menginginkan Morotai bebas dari buta. Karena itu tidak terkecuali pemerintah daerah memberikan subsidi untuk membantu masyarakat pada operasi katarak.

“Perserta yang lalu mendaftar kurang lebih 400 dan sekarang diupayakan 400 juga sehingga total seluruhnya 800 orang,” kata ungkap Asrul.

Soal kesehatan yang juga salah satu visi misi Beny-Asrul, Pemkab Pulau Morotai membantu warga yang hendak operasi katarak, karena biaya operasi sangat malah jika dibayar masyarakat kurang mampu.

“Kalaupun ini tidak diberikan subsidi maka ini tidak akan masyrakat dapat membayar biaya operasi karena ini sangat mahal. Sehingga ini menjadi tanggung jawab kami selaku pemerintah daerah mengambil langkah untuk melakukan kegiatan gratis ini berupa operasi katarak,” pungkasnya.

Terut hadir pada acara tersebut, jajaran Kejati Malut, unsur Forkompinda, pimpinan DPRD, Rektor UNIPAS, kepala SKPD, LSM Ruang Kita, kepala desa se- Kecamatan Morotai, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (adv/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut