Berbekal Mancing, Sang Nelayan Bersama Istri Berangkat Haji

  • Bagikan
Pasangan JCH termuda di Kepsul, Batisbuta Ragee dan Fanti Rusman saat ditemui di rumahnya

SORE itu sekira pukul 15.30 WIT saat mentari mulai perlahan bergerak condong ke ufuk barat, di Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula (Kepsul), nampak pasangan suami istri duduk berdampingan di depan rumah yang dibangun di atas permukaan air laut itu.

Batisbuta Ragee namanya dan sang istri Fanti Rusman Usman, pria berusia 25 tahun yang lahir di Wakatobi 13 Oktober 1993 silam itu, kesehariannya bekerja sebgai Nelayan Tuna sehingga menghabiskan waktu di laut lepas.

Wajah polos dan santun dari pasangan suami istri ini, mengisahkan perjalanan hidup mereka menggapai cita-cita menunaikan ibadah haji.

Meski tidak terlahir di tengah-tengah keluarga mapan, semangat dan niat yang kuat dalam mewujudkan satu cita-cita suci, membuat Batisbuta tetap tegar dalam menapak kehidupan . Saat memperistri Fanti, wanita asal Buton, kelahiran 17 Agustus 1994 pada tahun 2011 lalu, dalam diam Sang Nelayan itu sudah menanamkan niatnya untuk dapat berangkat haji saat masih bujangan.

“Niat pergi ke tanah suci Makkah ini sudah saya tanam jauh sebelum menikah,” ungkap Batisbuta.

Berbekal keahlian mancing ikan, ayah dua anak ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada keluarganya. Niat menunaikan ibadah haji sejak muda, disampaikan kepada istri ketika beristirahat dan saling bercanda tawa, mendengar perkataan suaminya, Fanti merasa bangga dan juga mengungkapkan dirinya juga menginginkan hal yang sama.

“Saya juga sudah punya niat untuk pergi ke tanah suci,” sebut Fanti sembari menceritakan sekilas tentang keduanya.

Lelaki perantau berkulit hitam itu mengisahkan, sebagai Nelayan tentunya laut menjadi satu-satunya tempat mengadu nasib guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya selalu mulai melaut di pagi hari saat mataharipun belum memancarkan sinarnya, dan akan kembali ke rumah setelah seluruh cahaya matahari hilang di ufuk barat. Terkadang hasilnya membuatku tersenyum, namun sering kali juga membuat diriku harus lebih ikhlas lagi karena tidak sesuai harapan” kata Batisbuta.

Ayah dua orang anak itu juga mengaku bahwa terkadang diat harus menahan diri untuk melaut meski kebutuhan ekonomi keluarganya mendesak, sebab Laut sangat tidak bersahabat.

“Sebagai Nelayan kita selalu tunduk pada ketentuan alam itu sendiri, jika musim ombak kita terpaksa tidak bisa melaut meski kebutuhan ekonomi sesegera harus dipenuhi,” lanjut Batisbuta.

Sebagai Nelayan, Batisbuta mengaku berpendapata setiap bulan tidak seberapa, meski begitu ia harus mengakali pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan sehar-sehari serta menabung sebagai Ongkos Naik Haji (ONH) di bank. Sejak tahun 2012, bersama istrinya mulai menabung di salah satu bank dengan setoran Rp 500.000 per bulan.

Hempitan ekonomi, tidak membatasi asa kedua pasang ini sehingga meski menabung untuk berangkat haji, mereka juga berupaya untuk membangun rumah sebagai tempat tinggal. Dari kerjanya yang ulet, keduanya berhasil membangun rumah pula.

Namun terkadang kesulitan ekonomi sering menghampiri, maka lag-lagi kembali menggunakan uang simpanan guna memenuhi kebutuhan mendesak itu, meski tidak rela menggunakan uang tabungan.

“Kami sering juga berjumpa dengan masa-masa sulit, dimana tidak ada uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun tidak sedikitpun niat Kami untuk mengambil uang tabungan yang ditabung untuk berangkat ke tanah suci,” kebut keduanya bersamaan.

Batisbuta Ragee dan istrinya Fanti Rusman Usman menabung di Bank BRI Sanana, dengan jenis tabungan Haji dan Umrah. Tepatnya tahun 2013, uang yang ditabung sudah cukup untuk satu orang menunaikan ibadah haji, maka diputuskan sang istri Fanti didaftarkan lebih dulu. Karena keinginan berangkat haji bersama, Batisbuta terus tekuni usaha mancing ikan agar menabung lagi untuk dirinya, tidak lama kemudian dirinya diakomodir sebagai nasabah yang sudah bisa mendaftar sebagai Calon Jamaah Haji karena tabungannya cukup untuk ONH.

“Istri saya duluan terdaftar, namun tidak lama juga sayapun berhasil mendaftar,” ucap Batisbuta dengan wajah senyum.

Kini keduanya masuk dalam daftar Jamaah Calon Haji (JCH) pada musim haji 2018, ketika didatangani KabarMalut, di depan teras rumah nampak ada sebuah tenda yang dibangun warga setempat untuk pergelaran pembacaan Tahlilan sebagai wujud permohonan doa untuk perjalanan ibadah haji pasangan suami-istri ini ke Mekkah.

Pasangan JCH termuda Kepsul itu sangat bersyukur dengan segala rizki yang dilimpahkan kepada mereka, mereka percaya jika ada keinginan dan kerja yang ulet maka aakan selalu ada jalan, tanpa keinginan dan niat, seseorang tak bisa raih mimpinya. Ia berharap seluruh keluarga terus bekerja keras untuk dapat juga menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut