DPM-PTSP Halsel Tak Tahu Pengelolaan Timah Ilegal di Obi

  • Bagikan
Kepala DPM-PTSP Halsel, Nasir J Koda

LABUHA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Halmahera Selatan (Halsel), mengaku tidak mengetahui adanya pengelolaan dan pemanfaatan Timah pada areal tambang emas, Pertambangan Rakyat di Desa Anggai, Kecamatan Obi.

Kepala DPM-PTSP Halsel, Nasir J Koda mengaku, dirinya tidak pernah mengetahui adanya investor asing dari Cina yang masuk dengan izin pengolahan Timah (Galena) di areal tambang rakyat Obi. Nasir bahkan mengatakan baru mendengar informasi ini saat dikonfirmasi wartawan.

“Saya tidak tahu kalau ada investor di sana,” kata Nasir kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (5/8/2018).

Tumpukkan ore timah yang ada di pelabuhan Desa Sambiki Kecamatan Obi

DPM-PTSP akan menurunkan tim ke ke Desa Anggai untuk mengecek kebenaran Informasi tersebut. Nair juga nampak kaget ketika mengetahui investor yang mengelolah timah tanpa izin (ilegal) ini menggunakan izin koperasi sebagaimana disampaikan oleh pihak Polres Halsel melalui Kasat Reskrim, AKP Gede Atmadja.

“Investor dari cina, koperasi dia bertindak (mengolah timah) sebagai apa di situ,” ucap Nasir dengan nada heraan.

Baca juga: Investor Cina Diduga Kelola Timah Ilegal di Obi

Meski hal ini sudah dikeluhakan para penambang emas di Desa Anggai, karena sudah berlangsung lama. Anehnya pihak kepolisian mengaku tidak tahu benar soal itu, bahkan berkilah mengetahui bahwa pengelolaan dan pemanfaatan Galena di Desa Anggai menggunakan izin Koperasi.

Informasi terakhir yang didapat dari salah satu sumber terpercaya, ada dugaan indikasi keterlibatan oknum polisi dalam usaha ilegal ini. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut