Tak Miliki Amdal, Reklamasi Pantai Daruba Bakal Berdampak Buruk

  • Bagikan
Akademis UNIPAS Morotai, Fandi Latif

DARUBA – Proyek reklamasi pantai Daruba yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai untuk pembangunan Waterfront City, diketahui hingga kini tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Meski begitu, proyek yang menghabiskan anggaran ratusan miliar dari APBD dan APBN ini terus berlanjut.

Akademis UNIPAS Morotai, Fandi Latif mengatak rekalamasi pantai harusnya ditinjau dari aspek teknis, lingkungan, dan sosial ekonomi. Reklamasi wilayah pesisir hanya boleh dilakukan apabila manfaat sosial dan ekonomi yang diperoleh lebih besar daripada biaya sosial dan biaya ekonominya.

“Bangun daerah bukan cuman bangun, akan tetapi dilihat dari aspek keadilan, bukan kepentingan para elite. Lebih anehnya lagi belum melakukan uji  Amdal langsung dilakukan penimbunan tanpa melihat sisi Amdalnya,” kata Fandi kepada KabarMalut, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, aturan reklamasi pantai dapat dilihat dalam Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 27 tahun 2007. Reklamai pantai Daruba, bakal berimbas buruk ke masyarakat terutama di Desa Galo-Galo dan Kolorai.

“Reklamasi di Daruba ini akan imbasnya ke Desa Galo-Galo dan Kolorai, ini sudah terlambat untuk membubarkan karena reklamasi sudah jalan. Pembangunan sudah dibangun baru Ambdal menyusul ini aneh,” jelasnya.

Proyek reklamasi pantai Daruba yang pernah dipantau Tim Teknis dari Kementerian PU dan Pemda Pulau Morotai

Wakil DPRD Pulau Morotai, Rasmin Fabanyo juga membenarkan bahwa pekerjaan proyek tersebut hingga kini belum dilaporkan ke DPRD soal ada tidaknya Amdal.

“Sampai saat ini pemerintah daerah belum menyampaikan hasil Amdal ke DPRD, hasil Ambdal Waterfront City belum disampaikan,” kata Rasmin ketika hearing dengan masyarakat Daruba.

Jika proyek reklamasi untuk pembangunan Waterfront City tidak memiliki Amdal dan berdampak buruk bagi masyarakat, DPRD bakal menyatakan sikap menolaknya.

“Kami DPRD mengenal hal ini kalaupun belum dilaporkan terkait dengan hasil Amdal, kami juga akan menolak Waterfront City kalau mengagu masyarakat. Kami sama-sama masyrakat akan menolak,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut