6 Terdakwa Perkara Pemilu Divonis Bersalah

  • Bagikan
Kasi Pidum Kejari Sanana, Meliyan Marantika

SANANA – Pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan 5 warga Kepulauan Sula (Kepsul) dan 1 warga Pulau Taliabu pada Pilgub Malut divonisi penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahuba. 6 terdakwa ini 4 orang divonsi masing-masing 3 tahun, 1 orang terdakwa divonis 1 tahun dan 1 terdakwa lain divonisi 10 bulan penjara.

Kasi Pidum Kejari Sanana, Meliyan Marantika mengatakan, pelanggaran Pemilu berupa pemberian hak suara lebih dari satu kali oleh terdakwa Rakib Sapsuha di TPS 02 dan 03 Desa Wailau Kepsul dan Arifin Pamurat di TPS 01 dan 02 Desa Wayo, Pulau Taliabu divonis bersalah dengan hukuman penjara 1 tahun penjara dan denda Rp 36 juta subsider 1 bulan penjara untuk Rakib Sapsuha dan Arifin Pamurat divonis 3 tahun dengan denda Rp 36 juta.

“Sementara, terdakwa Soleman Umakamea yang tidak memiliki hak suara tetapi ikut memilih, divonis 10 bulan penjara. Khusus perkara money politic yang melibatkan Aswat Soamole, Fani Soamole dan Asrul Umasangadji masing-masing divonisi 3 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan penjara,” jelasnya .

Menurut Meliyan, pihaknya akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Malut atas putusan vonis Rakib Sapsuha dan Soleman Umakamea. Kejari menganggap vonsi untuk dua terdakwa jauh dari tuntutan JPU yakni 3 tahun penjara.

“Menurut kami itu sudah menyimpang dari undang-undang,  karena tidak sesuai ketentuan pasal maka kami ajukan banding ke Pengadilan Tinggi Maluku Utara,” terang.  (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut