Oknum Polisi Terlibat Pengeroyokan dan Penikaman

  • Bagikan
Jidan koban penikaman oknum polisi yang dirawat di RS Bhayangkara Polres Ternate

TERNATE – Oknum Polisi yang bertugas di Polda Maluku Utara (Malut) diduga terlibat dalam kasus pengeruyokan dan penikaman terhadap dua warga Kelurahan Kampung Makssar Timur. Akibat ulah oknum polisi berpangkat Bripda inisial MA, dua warga yakni Jidan (20) dan Kifli (19) harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal sekira pukul 03.10 WIT di Tapak Dua, Kampung Makassar Timur, korban Jidan  dan Kifli  bersama rekan-rekannya  sedang duduk di sebuah warung sambil bermain gitar. Tiba-tiba datang dari arah selatan dua orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor sambil teriak, korban bersama temannya menegur.

Namun tidak diterima teguran tersebut, pelaku yang belakangan diketahui oknum polisi itu,  turun dari sepeda motornya dan adu mulut sehingga terjadi kontak fisik. Pelaku kemudian mengeluarkan sebilai pisau menikam korban Jidan di dada bagian kiri dan rekannya yang bernama Kifli di bagian wajah.

Pelaku bersama temannya kemudian hendak melarikan diri, namun dikejar warga yang sudah marah sehingga sempat dikeroyok karena tidak terima tindak para pelaku terhadap korban.

Kifli yang juga korban penimakan di wajahnya

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, sehingga selaku pimpinan di Polres menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Ternate atas insiden yang tidak diinginkan ini.

“Saya selaku Kapolres Ternate meminta maaf atas kejadian yang melibatkan oknum anggota polisi dengan warga. Untuk itu, sesuai instruksi dari pak Kapolda untuk cepat ditindak lanjuti kasus ini,” kata Azhari kepada KabarMalut, Sabtu (11/8/2018).

Menurutnya, oknum polisi yang betugas di Dit Sabhara Polda Malut ini akan akan diproses sesui aturan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Bahkan penyidik kini sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mempercepat penyelidikan.

“Kalau terbukti, oknum anggota polisi  tersebut akan dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku, dan kami berjanji akan menuntaskan kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Kapolres juga berharap kepada semua masyarakat terutama Warga Lelong di Kelurahan Kampung Makassar Timur serta pihak keluarga korban, agar supaya tidak mudah terprovokasi dan tidak panik. Polisi akan bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kapolres yang akrab dengan masyarakat ini juga bersama Wakapolda Malut, Kabid  Propam Polda sudah menjenguk korban dan pelaku di Rumah Sakit Bhayangkara Ternate siang tadi. Seluruh biaya perawatan akan ditanggung pihak kepolisian.

“Untuk pembiayaan rawat inap dan obat-obatan menjadi tanggungan kepolisian,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut