Dinkes Taliabu Sosialisasi Penyakit Kusta

  • Bagikan
Sosilisasi Advokasi, Sosialisasi dan Pelsosialisasikat Kegiatan yang Intensifikasi Penemuan Kasus Kusta dan Frambusia Melalui Kampanye Eliminasi Kusta Eradukasi Frambusia yang dilakukan Dinas Kesehatan Pulau Taliabu

BOBONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu menggelar sosilisasi bertemakan Advokasi, Sosialisasi dan Pelsosialisasikat Kegiatan yang Intensifikasi Penemuan Kasus Kusta dan Frambusia Melalui Kampanye Eliminasi Kusta Eradukasi Frambusia. Kegiatan yang dibuka secara resmin Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus ini berlangsung di aula Kantor Bupati Pulau Taliabu, Rabu (5/9/2018).

Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus dalam sambutanya mengatakan, Kusta dan Frambusia oleh WHO digolongkan ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan yang ada di Indonesia.

“Nasional Indonesia sudah mencapai eliminasi kusta pada tahun 2.000, tapi sampai saat ini Indonesia masih peringkat ke tiga di dunia sebagai penyumbang penderita baru kusta terbanyak. Penyakit kusta masih ditakuti oleh sebagian masyarakat karena pengetahuan yang kurang, pengertian yang salah dan keliru tentang penyakit kusta dan frambusia serta kecatatan yang ditimbulkannya,” kata Aliong.

Berkat kemajuan teknologi, pengobatan dengan multi drug treatment dan pemanfaatan teknologi komunikasi mutakhir, seharusnya penyakit kusta sudah dapat diatasi sehingga tidak menjadi masalah kesehatan.

“Penyakit kusta  frambusia sangat kompleks, maka pemberantasan penyakit kusta dan frambusia tidak mungkin dilaksanakan sendiri medis Kementerian Kesehatan tanpa bermitra dengan berbagai program dan sektor, baik dalam upaya pemberantasan, rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial ekonomi,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Aliong, perlu dukungan dan kerjasama dari seluruh lpemberdayaan terkait dalam  pemberantasan kusta dan frambusia di tanah air, termasuk Pulau Taliabu. Kemudian untuk upaya pemberdayaan mantan penderita kusta dan frambusia untuk  hidup mandiri secara berkeadilan merupakan hal yang penting, sehingga jajaran kesehatan perlu bermitra dengan mantan  penderita kusta dan lintas sektor terkait.

“Saya berharap agar stigmatisasi  diskriminasi terhadap penderita kusta dan frambusia dicegah, dapat  dihindari sejauh mungkin. Keberhasilan pemberantasan penyakit rantai kusta sangat ditentukan oleh pengobatan dengan multi drug treatment yang dapat menyembuhkan, memutuskan mata  penularan serta mencegah terjadi kecatatan,” harapnya.

Aliong menambahkan, sejalan dengan Visi Misi Pemerimtah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, memprioritaskan pembangunan pada sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Olehnya itu, melalui momen pertemuan ini Dinas Kesehatan dapat bersinergi dengan lintas program dan sektor terkait untuk mencapai Pulau Taliabu bebas kusta dan frambusia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly mengaku, Indonesia memberikan perhatian yang lebih besar terhadap beberapa penyakit tropis yang terabaikan dalam beberapa tahun terakhir. Rencana pemerintah jangka menengah 2015-2019 mencantumkan kusta sebagai salah satu indikator yang ingin dicapai,  ditunjukan dengan penetapan kusta dan frambusia sebagai penyakit prioritas nasional melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 79 tahun 2017 Tentang Rencana Kerja Pemerinta  2018.

“Indonesia memiliki target eliminasi kusta di seluruh provinsi pada tahun 2020. Untuk kabupaten termasuk Pulau Taliabu, tentang minimnya dihadapi dalam program nasional pencegahan dan pengendalian  adalah dukungan kebijakan dan minimnya dukungan kemitraan, penemuan dan pelaksana kasus, pencegahan cacat, peningkatan kapasitas petugas, pemberdayaan masyarakan dan orang yang pernah mengalami kusta dan pengobatan pencegahan,” kata Kuraisia dalam laporannya.

Turut hadir pimpinan OPD dan Camat di lingkup Pemkab Pulau Taliabu, salah satu staf Subdit Tropis Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr Eka sebagai narasumber dan Pengelola Program Kusta, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Muhammad Mufti Marwan. (Ajo),

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut