Terdampar di Filipina, Dua Nelayan Morotai Diserahkan ke Pemkab

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos ketika menyambut Nelayan Morotai yang hilang saat tiba di Bandara Leo Wattimena

DARUBA – Dua nelayan asal Pulau Morotai, Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre yang hilang beberapa waktu lalu dan terdampar di Filipina, kini bertemu kembali dengan pihak keluarga. Kedua warga dari Desa Gorua Kecamatan Morotai Utara (Morut) tiba di bandara Leo Wattimena Morotai diantar langsung staf Kemenlu. Kadatangan kedua nelayan, disambut Bupati Pulau Morotai Beny Laos beserta istri dan para pimpinan SKPD.

Perwakilan Kemenlu yang terdiri dari dua orang ini  ke Morotai dalam rangka menyerahan dua orang warga yang hilang sejak tanggal 16 Agustus lalu ke Pemkab Pulau Morotai yang berlangsung di ruang VIP Bandara Leo Wattimena.

Salah satu staf Kemenlu, Yudi menjelaskan kedua nelayan diberangkatkan sejak Sabtu 29 September dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina menuju Indonesia melalui Jakarta, setelah dari Jakarta kedua nelayan lalu diterbangkan kembali melalui bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado.

“Pada hari Sabtu take off dari KBRI Philipina pada pukul 14.00 WIB, tibanya di Jakarta jam 12 malam kemudian transit Manado, lanjut ke Ternate jam 14.00 sore,” kata Yudi, Senin (1/10/2018).

Foto bersama Bupati Morotai Benny Loas bersama Dua Nelayan yang hilang dan perwakilan Kemenlu usai acara serah terimah

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos mengucapkan terimah kasih kepada KBRI Davao dan Kemenlu karena kedua nelayan yang merupakan warganya ditemukan selamat dan bisa pulang bertemu kembali dengan keluarga.

“Saya juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga karena mereka kurang lebih 45 hari berpisah dengan keluarga baru tiba di Morotai, dengan alasan karena masih pengurusan administrasi. Kepada nelayan dan seluruh keluarga jagan saling marah tapi kalian saling saying,” kata Benny.

Untuk diketahui, kedua nelayan dinyatakan hilang sejak 16 Agustus 2018, keduanya sempat terapung di laut lepas selama seminggu dan terdampar ke negara Filipina. Setelah ditemukan oleh warga Filipina, keduanya nelayan langsung dimintai keterangan oleh pemerintah setempat dan diserahkan ke KBRI di Filipina. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut