Tiga Karateker Kades Kawasi Diduga Selewengkan DD Miliaran Rupiah

  • Bagikan
Kantor Kejari Halsel

LABUHA – Pengguna Dana Desa (DD) di Kabupaten Halmahera (Halsel) kembali menuai masalah. Kali ini DD di Desa Kawasi, Kecamatan Obi yang diduga disewengkan. Tragisnya DD miliaran rupiah itu diduga dilakukan tiga oknum Karateker Kepala Desa (Kades) Kawasi.

Data yang diperoleh KabarMalut, DD Kawasi tahun 2016 sebesar 40 peresen dicairkan Karateker Kades Arifin Siroa, tidak dipergunakan sesuai dengan perencanaan. Akibatnya, Arifin Siroa dan istrinya hingga kini tidak lagi berada di desa melainkan melarikan diri ke Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Karena Karateker Kades telah kabur dari desa, Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang  diangkat sebagai karateker pada pertengahan 2016 untuk melanjutkan program desa. Frans kemudian mencairkan sisa DD  60 peresen senilai ratusan juta rupiah untuk pembangunan fisik desa Kawasi sesuai RKPDes.

Namun lagi-lagi, Frans juga diduga menyelewengkan DD sehingga diberhentikan oleh Bupati Halsel, Bahrain Kasuba pada akhir tahun 2017 lalu. Untuk mengisi kekosongan jabatan Kades, Juhdan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) diangkat menjabat menjadi Karateker Kades Kawasi.

Juhdan yang diharapkan masyarakat Desa Kawasi untuk melaksanakan amanat UU nomor 4 tentang Desa, kembali melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kedua karateker sebelumnya. DD Kawasi senilai Rp 1 miliar, Juhdan hanya membeli 100 buah kursi plastik dan sisa tidak diketahui penggunaanya.

Geram karena DD Kawasi tidak sesuai peruntukan, Bupati Halsel Bahrain Kasuba langsung memberhentikan Juhdan dari jabatanya sebagai Karateker Kades dan kembali mengangkat Karateker Kades Kawasi yang baru yakni Dewi Laawa pada beberapa waktu lalu.

Atas dugaan penyelewengan DD tersebut, LSM-Fron Delik Anti Korupsi (FDAK) telah melaporkan tiga mantan Karateker Kades Kawasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel untuk diproses secara hukum. Kejari Halsel sendiri telah memanggil ketiga mantan Karateker Kades dan bendahara desa untuk diminta keterangan, hanya saja dari ketiga karateker tersebut satu diantara yakni Arifin Siroa tidak memenuhi panggilan karena masih berada di Manado.

Kepala Kejari Halsel, Cristian Ratu Anik saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya serius menindak lanjuti laporan dari LSM FDAK terkait penyalahgunaan DD Kawasi dengan nilai miliran tersebut.

“Untuk sementara status kasus tersebut masih didalami dilakukan Pul data pul baket, sehingga sejumlah saksi terus dipanggil termasuk para mantan Karteker Kades untuk dimintai keterangan mereka terkait aliran atas penggunaan DD tersebut,” kata Cristian kepada wartawan, Rabu (10/10/2018). (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut