KPU Gelar Pleno, Aliansi Pendukung AHM-RIVAI Desak Bawaslu Diskualifikasi AGK-YA

  • Bagikan
Aliansi Pendukung AHM-RIVAI unjuk rasa mendesak Bawaslu diskualifikasi AGK-YA disaat Rapat Pleno Perhitungan Suara PSU berlangsung di depan Hotel Grand Dafam Ternate

TERNATE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara (Malut) sedang melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pengitungan Suara pada Pemugutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Malut di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Taliabu Barat, Kecamatan Sanana serta enam desa di Kecamatan Kao Teluk yang berlangsung di lantai II Halmahera Room Hotel Grand Dafam Ternate.

Saat rapat pleno berlangsung, massa simpatis Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI) yang mengatas namakan Aliansi Pendukung AHM-RIVAI melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Grand Dafam yang sedang melaksanakan rapat pleno, mendesak Bawaslu Malut  segera diskualifikasi pasangan nomor urut 3 Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA) karena telah melakukan banyak pelanggaran selama pelaksanaan PSU  tanggal 17 Oktober kemarin.

Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Saifudin mengatakan, calon petahana dan tim relawanya diduga kuat melakukan praktek money politik ketika proses PSU hendak dan sedang berlangsung. Selain itu, warga enam desa yang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggelar PSU dengan syarat mengakomudir warga ber-KTP Halbar yang kartu identitasnya diterbitkan Pemkab Halbar sebelumnya dengan melaksanakan Coklit, tetapi saat H-2 Pemkab Halbar kembali menerbitkan ribuan e-KTP dan Suket untuk digunakan warga memilih pada PSU.

“Sesuai putusan Mahkamah Konsitusi pada beberapa waktu lalu terhadap Pilgub Malut pada enam desa diKecamatan Kao Teluk yang termasuk dalam PSU, masuk wilayah Kabupaten Halmahera Utara namun kenyataannya pada saat PSU di enam desa tersebut ada yang masuk di Halmahera Barat dan ikut mencoblos pada PSU berlangsung,” teriang Saifudin.

Kata dia, Bawaslu harus mendiskualifikasi Paslon AGK-YA karena dinilai cacat dalam melaksanakan demokrasi di Malut, salah satunya melakukan praktek money politik. Bahkan money politik dilakukan secara langsung oleh AGK sendiri yang juga sebagai calon petahana.

Massa AHM-RIVAI sempat adu mulut dengan massa pendukung AGK-YA yang ikut hadir di lokasi pleno tersebut. Namun dijaga ratusan anggota polisi sehingga tidak berlangsung lama. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut