Pemda Morotai Mediasi Perkelahian yang Tewaskan Satu Warga

  • Bagikan
Rapat Mediasi yang berlangsung di Polres Pulau Morotai

DARUBA – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai dengan melibatkan sejumlah stakeholder melaksanakan Rapat Mediasi membahas kasus perkelahian antara pemuda Desa Pandangan dan Desa Juanga yang mengakibatkan satu Pemuda Desa Juanga meninggal dunia pada Minggu (11/11) lalu.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Pulau Morotai, Muhlis Baay menyampaikan bahwa setelah kejadian perkelahian yang berujung penikaman beberapa hari lalu, Pemda melalui Kesbangpol diminta agar memfasilitasi proses mediasi dan baru dilaksanakan ini.

“Pemda Morotai berharap dengan adanya mediasi ini bisa melahirkan kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga, sehingga diharapkan dikemudian hari tidak akan menimbulkan masalah baru,” kata Muhlis dalam Rapat Media yang berlangsung di Polres Pulau Morotai, Kamis (15/11/2018).

Pemda berharap Pemuda kedua desa yang bertikai agar tidak terprovokasi dengan isu-isu dari oknum tidak bertanggung jawab pada akhirnya merugikan diri sendiri serta memecah belahkan silaturahmi dan persaudaraan antar sesama.

“Dalam mediasi ini kami perlu menghadirkan kaum muda  karena kami menganggap kaum muda sangat rentan dengan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan tali silahturahmi persaudaraan yang sudah lama terjalin,” tegasnya.

Waka Polres Palau Morotai, Kompol Drh Dedi Wijayanto menambahkan meski dilakukan mediasi, kasus ini tetap diproses dan tidak menghilangkan pidana yang terjadi. Polisi meminta kepada Pemuda Desa Juanga maupun Pemuda Desa Pandanga untuk bisa menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan.

“Kepada masyarakat agar jangan menghalang-halangi proses pencarian bukti agar proses ini cepat diselesaikan. Kami meminta dukungan dan kerjasama dari masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada kami yang sebanyak-banyaknya sehingga masalah ini bisa cepat terselesaikan,” ungkap Dedi.

Pasca kejadian yang menewaskan seorang warga ini, Polres Pulau Morotai telah memutuskan tidak akan memberikan izin acara pesta joget di wilayah hukumnya. Sebab setiap kejadian perkelahian, selalu diawali dengan pesta joget.

“Kedepan kami tidak melarang masyarakat membuatkan hajat tapi tidak lagi diperbolehkan bunyi music (acara ronggeng), karena masalah perkelaihan antar pemuda sering terjadi di acara pesta ronggeng,” tutupnya.

Rapat Mediasi juga dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyrakatan dan SDM Dra, Nursahana Sidi Umar, Kajari Morotai Supardi, Mewakili Danlanal Morotai PAURDIK Letda Laut (PM) Irwan, Dansat POM Lanud Leo Wattimena Mayor Pom Benyamin Sirait, Perwakilan Koramil 1508 05/Daruba Pelda Murad Yakub,  Camat Morotai Selatan Sunardi Barakati, Sekertaris Kesbangpol Yanto A Ghani, Kades Juanga Ramjan Bereki, Kades Pandanga Suradi Djalal, Para Tokoh Agama,  Tokoh Pemuda,  Keluarga Korban dan keluarga pelaku.  (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut