Demo Kopra Ricuh, 1 Mahasiswa Kritis dan 12 Diamankan Polisi

Yasim Mujair
Unjuk rasa mahasiswa di depan kediaman Gubernur Malut di Kota Ternate yang berakhir ricuh

TERNATE – Demo mahasiswa menuntut kenaikan harga kopra yang berlangsung di depan kediaman Gubernur Maluku Utara(Malut) di Kelurahan Kalumapang, Kota Ternate berakhir ricuh. Akibatnya, 1 mahasiswa diduga dianiaya oknum polisi hingga mengalami kritis dan 12 lainnya diamankan, Kamis (29/11/2018).

Amatan KabarMalut, aksi mahasiswa memanas dan saling lempar hingga Polisi mengeluarkan tembakan gas air mata ke kerumunan massa aksi. Polisi kemudian berhasil memukul mundur para demonstran dan konsentrasi massa.

Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba yang sempat keluar dari kediamanya menemui massa aksi dan disodorkan tuntutan mereka, namun gubernur enggan menandatangai. Sontak massa aksi kembali marah dan kericuanpun kembali tak terrelakan.

Salah satu mahasiswa nampak diamankan Polisi

Polisi berhasil mengamankan beberapa mahasiswa salah satunya Wawan yang diduga dianiaya oknum Polisi sehingga mengalami luka kritis bahkan mulutnya mengeluarkan darah. Wawan yang sudah kritis oleh rekan-rekannya  dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) untuk mendapat perawatan dari tim medis.

Namun karena kondisi Wawan semakin kritis, ia kemudian rujuk ke RSUD Chasan Bosoire untuk dilakukan perawatan intensif.

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda saat dikonfirmasi menuturkan dugaan pengeroyokan yang dilakukan oknum anggota Polisi kini masih diselidiki.

“Kan itu masih dugaan, karena pas kejadian saya juga terfokus massa. Namun yang pasti kita belum tahu apakah Wawan dikeroyok ataukah tidak nanti diselidiki,” jelasnya.

Korban aksi unjuk rasa yang kritisa dan mendapat perawatan

Sebagai bentuk pertanggung jawaban pihak kepolisian, Azhari mendatangi korban di RST kemudian dirujuk ke RSUD Chasn  Bosoire. Azhari sendiri mengaku prinsipnya pengaman yang dilakukan anggotanya sudah sesuai SOP, hanya saja konsentrasi massa yang begitu banyak maka tidak dapat terkontrol.

“Kejadian hingga ada jatuh korban itu kita sudah tegur jangan anarkis. Namun masih dilakukan pelemparan batu sehingga kami menembaki gas air mata, dan massa lari sehingga diduga korban itu karena pada saat lari sehingga terjatuh,” tegasnya.

Selain itu, sebanyak 12 mahasiswa juga telah diamankan pihak kepolisian dan sementara diamankan di tahanan Polres Ternate.

“Ada 12 orang yang sementara ditahan, dan dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut