Pemkab dan DPRD Halsel Dituntut Intervensi Langsung Harga Kopra

  • Bagikan
Aksi bakar ban bekas di depan kantor DPRD Halsel oleh Mahasiswa dan warga petani kopra (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Ratusan Mahasiswa dan Petani Kopra kembali menggelar demonstrasi menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) dan DPRD untuk turun langsung melakukan intervensi terhadap harga kopra yang tak kunjung naik.

Aksi yang digelar di depan gedung DPRD itu, ratusan mahasiswa dan warga petani memblokade pintu masuk dan pintu keluar DPRD dengan cara membakar ban bekas. Hal itu menyebabkan Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim beserta sejumlah Forkompimda yang menghadiri rapat paripurna tanggapan fraksi-fraksi terkait penetapan KUA-PPAS 2019 terjebak di dalam gedung DPR.

Tak segan-segan massa demonstrasi juga mengancam tidak akan membubarakan diri sebelum 30 anggota DPRD Halsel keluar melakukan hearing secara terbuka. Bahkan akan terus melakukan aksi bakar ban bekas selama tidak ada hearing terbuka dilakukan.

“Harga kopra belum naik. Kami juga tidak ada ikut kuliah semua ini semata-mata untuk kesejahteraan petani kopra yang ada di pulau Bacan, Gane Barat, Gane Timur dan Makian Kayoa,” teriak salah satu massa demonstrasi.

“Kami siap mati memperjuangkan aspirasi orang tua kami di kampong,” sambungnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut