Ancam dan Hina Kapolres di Facebook, Suleman Diciduk Polisi

  • Bagikan
Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalomo didampinggi Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter dalam Press Release di Mapolres Ternate,

TERNATE – Tim Unit Reserse Mobile (Resmob) Polres Ternate mengamankan seorang pria bernama Suleman Hi Hafel alias Eman (46) karena mengancam dan menghina Kapolres Ternate AKBP Azahari Juanda maupun insitusi Polri di facebook.

Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalomo mengatakan Eman diciduk di salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Jati Luru RT/RW 004/002 Kecamatan Kota Ternate Selatan sekira pukul 18.00 WIT Senin (3/12) kemarin, karena dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan konten melalui informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pengancaman, penghinaan dan pencemaran nama baik institusi Polri.

“Modus pelaku dengan sengaja mengupload dan menyebar luaskan konten-konten negatif berupa ujaran kebencian dan berita hoax terhadap insitusi Polri khusnya Polres Ternate, serta pelaku dengan membuat dan mengupload tulisan-tulisan atau dengan konten yang disertai dengan pengancaman, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Kapolres Ternate AKBP Azahari Juanda,” kata Jufri didampinggi Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter dalam Press Release di Mapolres Ternate, Selasa (4/12/2018).

Modus yang dilakukan pelaku, awalnya loging di akun fecebook miliknya atas nama Suleman Hi Hafel melalui handphone kemudian mencari foto korban, selanjutnya pelaku dengan menggunakan aplikasi No Crop pada handphone miliknya mengedit dan mengupload konten yang bermuatan pengancaman, penghinaan dan pencemaran nama baik ini ke facebook. Saat ditangkap, Polisi berhasil mengamankna barang bukti berupa satu unit handphone merek Oppo dari tangan pelaku serta beberapa barang bukti lainnya.

Waka Polres kembali menegaskan untuk rencana tindak lanjut dalam kasus tersebut, penyidik membuat dan megirimkan surat serta rekomendasi dengan tim Psikologi Polda Malut untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut dan mencari bukti lain yang berkaitan.

“Kita melengkapi administrasi penyilidikan dan melakukan gelar perkara serta memubuat SP2HP atau Surat Pemberitahuan Hasil Penyilidikan kepada pelapor dan korban,” jelasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) dan ayat (4) Jo pasal 27 ayat (3) dan ayat (4) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE). (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut