Dilanda Banjir, Sejumlah Warga Bacan Alami Luka-Luka

Redaksi
Simulasi Bencana: Tim medis saat melakukan evakuasi korban bencana banjir menggunakan mobil ambulance (foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Warga Labuha dan sekitarnya, pagi tadi panik dengan banjir bandang yang melanda sejumlah rumah warga di sekitar sungai Mandaong. Akibat dari banjir tersebut rumah-rumah warga roboh terseret banjir dan terdapat sejumlah warga mengalami luka-luka.

Mendapat informasi adanya bencana banjir,  Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Dinas Kesehatan, RSUD Labuha dan Puskesmas Labuha bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang mengalami luka-luka.

Pemerintah Halsel menerjunkan empat unit mobil ambulance dan sekira 30 tenaga medis ke lokasi banjir untuk melakukan pertolongan sementara kepada sejumlah warga di rumah sakit lapangan (Rumah Sakit Darurat) yang dibangun di sekitar bencana.

Sejumlah warga yang mengalami luka cukup serius tersebut langsung ditangani tim medis yang melakukan evakuasi. Selain luka-luka, seorang ibu hamil yang terseret banjir dan mengalami pendarahan akibat terbentur benda tumpul.

Simulasi: Tim medis saat mengevakuasi salah satu warga korban bencana banjir yang sedang hamil (foto: Bud/KabarMalut)

Untuk menyelamatkan nyawa para warga itu, tim medis langsung mengambil tindakan pengobatan di rumah sakit lapangan. Setelah dilakukan pengobatan sementara di rumah sakit lapangan, ibu hamil yang mengalami pendarahan dan satu warga yang mengalami luka robek yang cukup parah di bagian paha langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha dengan menggunakan ambulance.

Tindakan pertolongan medis yang dilakukan tenaga medis tersebut adalah rangkaian kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Gempa Bumi, apabila sewaktu-waktu melanda Halsel. Simulasi penanggulangan bencana alam tersebut dilaksanakan atas kerja sama Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Halsel, RSUD Labuha dan Puskesmas Labuha yang dipusatkan di swering pantai Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan sekitar pukul 80:15 WIT.

Koordinator Kegiatan Simulasi Bencana dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Budiman mengatakan, rangkaian ini merupakan kegiatan rencana strategi Pusat Krisis Kesehatan dalam meningkatkan kapasitas petugas kesehatan daerah ketika terjadi bencana, sehingga daerah mampuh merespon secara benar.

“Kita mulai sejak tahun 2016 kita melakukan pendamping terhadap petugas kesehatan di Kabupaten Halmahera Selatan. Karena kita melihat Halmahera Selatan mempunyai potensi munculnya masalah krisis kesehatan, baik itu diakibatkan bencana atau penyakit,” kata Budiman kepada warawan, Rabu (5/12/2018).

Pihaknya menilai Halsel menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan dalam memberikan pendamping kesehatan.

“Kegiatan ini berlangsung empat hari, satu hari dilakukan dengan simulasi, sedangkan tiga hari dilakukan dalam kelas,” tutupnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut