Tuntut Lantik Karateker Kades, Warga Palang Kantor Camat Tobelo Utara

  • Bagikan
Warga Desa Gorua Utara memalang Kantor Camat Tobelo Utara

TOBELO – Masyarakat Desa Gorua Utara Kecamatan Tobelo Utara, menggelar aksi unjuk rasa mendesak Camat Tobelo Utara Taufik Biskali segera melantik Karateker Kepala Desa (Kades) Gorua Utara Junaidi Hi Tengku Ali, yang telah diangkat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati yang sudah ditandatangani. Massa juga memalang Kantor Camat Tobelo Utara yang menakibatkan aktifitas perkantoran tidak berjalan.

Dalam aksi ini masyarakat Desa Gorua Utara menyampaikan bahwa Arifin La Aga selama menjabat sebagai Kepala Desa konflik antar warga  kian meningkat dan menjamur, ditambah lagi dengan adanya Dana Desa nilai-nilai tradisi dan budaya lokal serta sistem demokrasi kian terpuruk. Pengelolaan Dana Desa sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 jauh dari asas transparansi dan akuntabel bahkan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang sebagai Kepala Desa dalam mengelola Dana Desa kian menjadi-jadi karena dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Arifin La Aga.

Atas dasar kasus korupsi Dana Desa yang dilakukan oleh Arifin La Aga saat menjabat sebagai kepala Desa, saat itupun ditangani oleh pihak Inspektorat dan hasilnya pun terbukti melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan nomor : 703.1/03/LHP-Kasus/Inspektorat/2018 tertanggal 8 Agustus 2018, dan yang bersangkutan Kepala Desa Arifin Laaga pun ditindak lanjuti oleh Bupati Frans Manery, dengan sanksi pemberhentian sementara melalui surat keputusan Bupati nomor:141/317//HU/2018 tentang pemberhentian sementara kepala desa.

Koordinator aksi, Sunaryo Benteng mengatakan  ada beberapa poin penting yang jadi tuntutan mereka pada aksi ini, pertama meminta kepada Bupati Halut Frans Manery agar memerintahkan kepada Camat Tobelo Utara agar segerah melantik karateker Kades.

“Karena SK Bupati sudah dikeluarkan sejak tanggal 01 November 2018, namun sampai hari ini belum di lantik,” kata Sunaryo kepada KabarMalut, Rabu (12/12/2018).

Selain itu, massa juga menuntut  mengenai dengan penyalahgunaan Dana Desa tahun 2015 sampai 2017 yang diduga disalahgunakan oleh mantan Kades  Arifin La Aga, agar diproses sesuai aturan hukum.

“Kami menuntut kepada Kapolres dan Kajari Tobelo agar supaya ditindak lanjuti sesuai proses hukum yang berlaku. Sesuai bukti resmi yang telah dikeluarkan oleh pihak Inspektorat berupa LHP maupun Eksemplan,” tegasnya.

Terpisah,  Camat Tobelo Utara, Taufik Biskali mengatakan mengenai dengan aksi pemboikotan kantor yang dilakukan oleh masyarakat Desa Gorua Utara ini, dirinya memintah kepada masyarakat  untuk tetap bersabar terkait dengan pelantikan karetaker Kepala Desa. Persoalan ini masiah terjadi pro dan kontra atas usulan nama yang sudah disampaikan, sehingga pemerintah kabupaten menjaga kondisifitas ketentraman dan ketertiban di wilayah, dilihat bahwa perlu dievaluasi atau ditindaklanjuti seperti apa.

“Dari pihak kecamatan hanya menunggu perintah dari pak Bupati seperti apa langkah selanjutnya. Kami siap melaksanakan apa yang menjadi instruksi pimpinan kita dalam hal ini bupati, apakah melantik atau mengevaluasi caretaker yang ada,” tuturnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut