Satu Narapidana Bebas di Perayaan Natal

  • Bagikan
Penyerahan Remisi secara simbolis oleh Kepala Lpas Kelas IIA Ternate Muji Widodo (Foto: Istimewa)

TERNATE – Perayaan natal 2018 menjadi kado tersendiri buat narapidana atas nama Alfian Jojo. Pada momentum hari raya natal ini, Alfian yang sedang menjalani tahanan di Lapas Kelas IIB ini, langsung dibebaskan setelah mendapat pengurangan masa tahanan (remisi) oleh Menteri Hukum dan HAM.

Khusus narapidana di Maluku Utara (Malut), sebanyak 87 orang yang mendapat remisi dari Menteri Hukum dan HAM, satu diantaranya dinyatakan langsung bebas. Sementara 86 lainnya, mendapat resmi mulai dari 15 hari hingga 2 bulan lamanya.

Pemberian remisi terhadap narapidana di lingkunagan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Malut, berlangsung secara simbolis di Lapas Kelas IIA Ternate.

Kepala Lapas Ternate, Muji Widodo mengatakan, pada hari ini warga binaan permasayarakatan yang beragama nasrani mendapatkan remisi khusus natal dan tahun baru. Untuk Malut, secara simbolis diserahkan di Lapas Kelas IIA Ternate yakni sebanyak 87 narapidana yang tersebata di Lapas dan Rutan di Malut.

“Lapas Kelas IIA Ternate mendapatkan remisi dengan jumlah 15 orang,  Lapas Kelas IIB Tobelo yang mendapatkan remisi natal 34 orang, Lapas Kelas IIB Sanana yang mendapatkan remisi natal sebanyak 2 orang, Lapas Kelas IIB Jailolo yang mendapatkan remisi natal sebanyak 11 orang, Rutan Kelas IIB Ternate 2 orang, Lapas LPKA Ternate 2 orang dan Lapas Perempua  1 orang,” kata Muji kepada Wartawan, Selasa (25/12/2018).

Kemudian rutan Weda lanjut Muji, yang mendapatkan remisi natal sebanyak 2 orang, Rutan Kelas IIB Soasio 8 orang dan Rutan Kelas IIB Labuha sebanyak 10 orang. Jumlah keseluruhan yang ada di Malut yang mendapatkan remisi sebanyak 87 orang satu orang langsung bebas.

“Yang bebas pada hari ini satu orang di Lapas Kelas IIB Tobelo, pada umumnya adalah pidana umum karena terkait dengan narkoba sungguh sangat selektif dia harus mematuhi peraturan yang sudah diatur dalam PP 12 tentang tahun 1999,” tegasnya.

Dari 87 narapidan tersebut, remisi khusu (RK) I yakni pemotongan masa tahan selama 15 hari terdapat 7 orang, pengurangan masa tahanan 1 bulan 63 orang, 1 bulan 15 hari terdapat 13 orang dan pengurangan tahanan 2 bulan sebanyak 3 orang.

“RK II atau langsung bebas yakni 1 orang setelah mendapat pengurangan masa tahanan selama 15 hari,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut