Ingin Kembangkan Pariwisata, Pemkab Haltim Harus Punya RIPPDA

  • Bagikan
Ketua IFAS Haltim, Ismit Abas (Foto: Istimewa)

MABA –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Institute Faifiye Spasial (IFAS) Halmahera Timur (Haltim) menilai Pemerintah Kabupaten Haltim perlu melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin mengembangkan Pariwisata menjadi sektor unggulan.

Ketua IFAS Haltim, Ismit Abas mengatakan konsep pengembangan industri parawisata di Haltim masih jauh dari harapan, sehingga harus dievaluasi Pemerintah Daerah (Pemda). Pengembangan industri pariwisata daerah tidak lepas dari Rencana Induk  Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dan sampai hari ini Pemkab Haltim belum memiliki RIPPDA sesuai dengan Permen nomor 10 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata.

“Pada dasarnya kebijakan pemerintah daerah terkait pariwisata sangat didukung oleh semua stakeholder. Tinggal bagaimana SKPD terkait mampu menerjemahkan konsep pariwisata lebih inovatif dan kreatif,” kata Ismit kepada KabarMalut, Senin (7/1/2019).

Menurutnya, Haltim mememiliki Sumber Daya Alam (SDA) pantai dan resort yang tidak kalah bagusnya dibandingkan daerah lain. Potensi ini wajib diekspolasi potensinya karena pariwisata ke depan menjadi industri primadona yang bisa mengangkat perekonomian daerah.

“Ketersedian infrastruktur pendukung harus bersinergi dengan aspek lain seperti tempat penginapan, akses untuk mendapat kuliner yang khas dan lainnya. Untuk itu pemerintah daerah sudah saatnya bekerja sama dengan pihak swasta atau investor guna membangun infrastruktur pendukung pariwisata daerah,” jelasnya.

Percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, lanjut Ismit, harus melibatkan pihak swasta atau investor, karena APBD Haltim tergolong terbatas. Tidak kalah pentingnya lagi adalah sinergitas seluruh elemen pemerintah daerah dan seluruh dinas harus berintegrasi untuk mendukung pariwisata, tidak bisa hanya diserahkan kepada dinas yang membidangi pariwisata saja.

“Karena dalam jangka panjang adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang pariwisata tentu akan mampu mengubah wajah industri pariwisata Haltim menjadi lebih baik. Ketika kita berbicara konsep pembangunan pariwisata daerah harus dari hulu dan hilir, dibutuhkan komitmen kepala daerah dan jajarannya serta melibatkan semua stakeholder yang ada serta fokus. Tentu ini lah PR kita semua,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut