Kejati Terus Selidiki Kasus Pembangunan Jembatan Jano-Kedi

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), masih terus melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Jano-Kedi Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang dikerjakan oleh PT Tugu Utama Sejati serta berindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,3 miliar tahun 2012.

Kasi Penkum Kejati Malut Apris Risman Ligua mengatakan, kasus pembangunan jembatan Jano-Kedi masih penyelidikan oleh Intelijen, sehingga pihaknya belum bisa membuka ke publik karena masih bersifat rahasia.

“Jadi kasus tersebut masih penyelidikan oleh intelijen, kasus ini masih sifatnya tertutup sehingga secara materi kami belum bisa sampaikan. Nanti kami akan umumkan bahwa penyelidikan sudah selesai,” kata Apris saat dikonfirmasi KabarMalut, Rabu (30/1/2019).

Apris mengaku penanganan kasus yang diduga melibatkan Wakil Bupati Halbar Ahmad Zakir Mando ini terus berlanjut. Bahkan tim penyidik kini masih pengumpulan barang bukti berkaitan dengan proyek tersebut.

“Masih sifatnya intelijen karena pengumpulan data harus memadai, tetapi stretegi pengumpulan data masih dilakukan secara tertutup dulu. Nanti ada saatnya disampaikan karena ini masih ditangani Intelejen,” singkatnya.

Sekedar diketahui, proyek tersebut dianggarkan pada APBN tahun 2012 melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrsi Halbar semasa kepemimpinan Ahmad Zakir Mando selaku Kepala Dinas. Terkuak setelah pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan audit terkait pembayaran PT Tugu Utama Sejati atas pekerjaan jembatan Jano-Kedi Loloda yang diduga fiktif senilai Rp 1,3 miliar. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut