Bela Kades Balisosang, Para Kades Boikot Kantor Camat Malifut

  • Bagikan
Kedes se-Malifut menggelar aksi sekaligus dilanjutkan pemboikotan Kantor Camat Malifut (Foto: Istimewa)

TOBELO – Meski kepala desa (Kades) Balisosang, Rahmawati Pedeke tidak lagi dipercaya masyarakatnya karena diduga menggelapkan anggaran desa serta penggaran lain yang berakhir dengan masyarakat memboikot kantor Desa. Para Kades se-Kecamatan Malifut, ikut membela rekan mereka ini dengan cara menggelar aksi dan pemalangan kantor Camat Malifut.

Para Kades se-Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut) melakukan aksi pemboikotan aktifitas Kantor Camat Malifut, sebagai protes Pemeritah Kecamatan (Camat) karena dianggap tidak mampuh menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Desa Balisosang.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Halut, Fahri Yamin mengatakan aski yang dilakukan pihaknya ini sebagai bentuk dukung atas persoalan yang menimpah Kades Balisosang, agar Camat Malifut segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan persolan tersebut.

“Saya menegaskan agar para aktor dibalik persoalan ini segera ditangkap, kami bukan berdiri diatas kesalahan, kami berdiri diatas undang-undang, kami sampaikan kami butuh ketegasan, saya akan mengistruksikan seluruh Kades yang ada di Halmahera Utara tidak ada pelayanan,” kata Fahri dalam orasinya di depan kantor Camat Malifut, Kamis (31/1/2019).

Senada, Kades Tahane Rafit U Basarun menuturkan, sistem pelaporan keuangan kini menggunakan sistem online, ironis yang terjadi di Kecamatan Malifut Desa Balisosang telah dilaporkan tentang penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan hal ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Pemkab Halut. Dan persoalan Desa Balisosang ini telah dilakukan pertemuan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang melibatkan Camat Malifut untuk mencari solusi.

“Camat Malifut agar secepatnya berkoordinasi dengan Kapolsek, Koramil serta Satpol PP Kabupaten Halut untuk segera membuka penyegelan kantor Desa Balisosang, hal ini telah disepakati pada pertemuan di Tobelo, apabila pemalangan kantor Desa Balisosang belum dibuka maka kami akan tetap memboikot Kantor Camat Malifut dan kami (Kades) tidak akan melakukan pelayanan apapun di desa selama persoalan ini belum terselesaikan,” tegasnya.

Kantor Desa Balisosang yang dipalang masyarakat (Foto: Istimewa)

Camat Malifut, Abd Muis Andi saat menemui para Kades menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya yakni berupaya membuka pemalangan kantor Desa Balisosang sejak Juli 2018 sampai dengan Januari 2019. Namun jika kini kantor Desa Balisosang kembali diboikot, pihaknya belum mengetahuinya.

“Kami telah melakukan langkah-langkah dan upaya penyelesaian persoalan pemalangan Desa Balisosang dan persoalan ini sudah sampai ke Inspektorat dan sudah diselesaikan. Namun terjadi pemalangan kembali ini pun kami tidak ketahui,” kata Muis di depan massa aksi.

Pemerintah Kecamatan Malifut, sudah melaksanakan pertemuna kembali di kantor DPMD Halut dan rencananya Jumat (1/2) besok, pemalangan kantor Desa Balisosang akan dibuka. Bahkan antisipasi penyelesain sudah dikoordinasikan dengan Satpol PP dan Kapolsek Malifut untuk bersama-sama turun ke Desa Balisosang membuka pemalangan kantor desa dan sekolah PAUD.

“Sebelum itu kami turun memantau ke Desa Balisosang, masyarakat Balisosang menyampaikan meminta waktu sampai dengan hari Senin, sehingga kami tetap menggunakan jalur koordinasi,” tuturnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut