DPRD Halbar Bakal Tinjau Usulan Pemekaran Tujuh Desa

  • Whatsapp
Komisi I DPRD Halbar, Jufri Muhammad (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), mengagendakan meninjau penyampaian aspirasi masyarakat terkait usulan pemekaran tujuh dusun menjadi desa definitif.

“Mulai maraknya penyampaian aspirasi masyarakat terkait keinginan meningkatkan status dusun menjadi desa definitif akhir-akhir ini, maka maki akan meninjau aspirasi masyarkat keinginan pemekaran desa itu,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Halbar, Jufri Muhammad  kepada KabarMalut Selasa (12/2/2019).

Muat Lebih

Jufri mengatakan tujuh dusun yang telah menyampaikan usulan resmi dalam bentuk proposal ke Pemkab dan DPRD untuk menjadi desa definitif itu, diantaranya Dusun Akemari Desa Baja, Dusun Kedi Besar Desa Kedi, Dusun Tuguisa Desa Tuguis, Dusun Kie Ici Selatan Desa Kie Ici, Dusun Tamo Jaya Desa Akediri, Dusun Sidangoli Marimoi Desa Sidangoli Dehe serta Dusun Tunas Barito Desa Sidangoli Gam.

“Selain usulan tertulis dari ke tujuh dusun tersebut, ada lagi penyampaian bersifat konsultatif oleh tokoh-tokoh masyarakat maupun forum perjuangan diantaranya, dari Desa Duono Kecamatan Tabaru, Desa Buo Kecamatan Loloda, Desa Bataka Kecamatan Ibu Selatan dan Desa Tataleka Kecamatan Jalsel,” ujarnya.

Masa persidangan pertama, Komisi I akan menyiapkan draf Ranperda yang merupakan usul inisiatif Komisi I, sebagaimana diketahui bahwa saat ini Pemerintah Pusat masih belum mencabut moratorium pemekaran desa. Namun ada sinyal bahwa setelah Pemilu 2019 barulah dipertimbangkan, karena pembentukan desa merupakan kewenangan daerah melalui Perda.

“Pemekaran dusun memjadi desa ini kami DPRD sudah  seharusnya menyiapkan diri, sehingga apabila pemerintah pusat membuka pintu moratorium, maka kita sudah siap. Beberapa kabupaten di Maluku Utara juga sampai saat ini sudah menyiapkan Perdanya, tinggal registrasi oleh pihak Kemendagri menunggu pencabutan moratorium desa,” tandas politisi Partai Nasdem ini. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *