Dua Alat Pendeteksi Tsunami di Morotai Rusak dan Tak Berfungsi

  • Bagikan
Kepala BPBD Pulau Morotai, Dalig Gafur (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Alat pendeteksi tsunami bernilai puluhan miliar rupiah yang dipasang di Kecamatan Morotai Utara dan Morotai Selatan Barat pada beberapa tahun silam, kini rusak dan tidak berfungsi lagi. Akibatnya, masyarakat merasa was-was jika terjadi gempa bumi.

“Kami bingung, kalau alat pendeteksi tsunami itu sudah rusak, bagaimana kita bisa tahu kalau ada gempa dan diikuti dengan gelombang tsunami,” keluh Ical, salah satu warga Morotai Timur kepada KabarMalut, Minggu (17/2/2019).

Seharusnya, alat tersebut segera diperbaiki pemerintah demi keselamatan masyarakat. Hal ini untuk memberikan peringatan dini jika terjadi gelombang tsunami.

“Percuma saja ada alat itu yang konon katanya harganya sangat mahal. Tapi tidak dipakai, setahu kami itu dipasang beberapa tahun lalu, tapi kenapa tidak diperbaiki,” kesal Ical.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Dalig Gafur dikonfirmasi membenarkan alat pendeteksi tsunami milik BMKG itu sudah rusak dan tidak berfungsi.

“Dua-duanya sudah rusak, yang ada di Bere Bere dan satunya di Morotai Selatan Barat,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan alat pendeteksi itu sudah disampaikan kepada pusat pengendalian operasional. Hanya saja belum ada tindak lanjutnya, karena alat tersebut bernilai puluhan miliar rupiah.

“Sekitar berapa puluh miliar dan kita sudah laporkan ke pusat pengendalian operasional, kalau ada kejadian begini langsung kita laporkan, semua yang sifatnya rusak kita laporkan,” terangnya.

Ia membantah jika terjadi gempa dan tsunami, maka alat pendeteksi yang terpasang tidak bisa mendeteksi lagi karena sudah rusak. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut