Polisi Sita Aset Direktur Investasi Dufa-Dufa dan Terancam Masuk DPO

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kombes Pol Masrur (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Polda Maluku Utara (Malut) menyita aset bergerak milik Direktur Investasi Dufa-Dufa, Ardiansyah. Suami dari Direktur PT Karapoto Finance Technologi, Fitri Puspita Hapsari ini juga terancam masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Direktur Reserse Krimin Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Malut, Kombes Pol Masrur mengaku pihaknya telah mengincar aset yang dimiliki Ardiansyah dan Fitri yang berkaitan dengan kasus ditangani. Sementara ini, baru terdapat empat mobil mewah yang berhasi disita untuk dijadikan barang bukti atas dua tersangka lider yakni Joko dan Anti.

“Sementara baru empat mobil yang kami sita, untuk aset lain kita masih dalami,” ungkap Masrur kepada KabarMalut, Jumat (1/3/2019).

Sejauh ini Reskrimsus Polda Malut, baru menetapkan dua orang tersangka investasi bodong Investasi Dufa-Dufa. Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap tersangka lain.

“Sementara baru dua tersangka, yang pasti penyidik masih terus dalami,” akuinya.

Pihaknya berharap agar masyarakat koban Investasi Dufa-Dufa bisa membantu penyidik dalam hal penyitaan aset milik Ardiansyah dan Fitri.

“Kami berharap kalau ada nasabah yang tahu aset mereka laporkan ke kita,” harapnya.

Direktur Investasi Dufa-Dufa Ardiansyah sendiri terancam ditetapkan sebagai DPO lantaran dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Jika dalam panggilan berikut tidak hadir, penyidik akan menjemput paksa.

“Sudah dua kali kami layangkan surat pemanggilan terhadap Ardiansyah. Namun yang bersangkutan tidak hadir, sehingga jika surat ketiga maka akan kita jemput paksa atau bisa diterbitkan DPO,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut