Pusling Tenggelam, Komisi III Minta PPK dan Dinkes Halbar Bertanggung Jawab

  • Bagikan
Speed boat Pusling milik Puskesmas Jailolo Selatan yang tenggelam di Pelabuhan VIP Jailolo (Foto: Istimewa)

JAILOLO – Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), mengkroscek salah satu speed boat Puskesmas Keliling (Pusling) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Halbar yang tenggelam saat berlabuh di Pelabuhan VIP Jailolo, Sabtu (23/3) pekan lalu. Speed boat Pusling yang belum sempat diserah terima ke Puskesmas Sidangoli itu diduga mengalami kerusakan mesin dan aksesoris.

“Jadi hasil pantauan langsung hari ini dan melihat langsung kondisi fisik speed boat ini, ternyata empat unit mesin rusak dan sejumlah aksesoris harus diganti secepatnya sebelum penyerahan. Jika PPK, kontraktor CV Indo Malut Fiber Boat Taba Marine dan dinas terkait tidak melakukan pergantian mesin dan aksesoris speed Pusling yang kemarin tenggelam di area pelabuhan Jailolo,” kata Sekertaris Komisi lll DPRD Halbar, Kamaludin Kaidati kepada wartawan di seputaran area pantai air panas Desa Galala, Senin (25/3/2019).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyak dan Dinkes diminta bertanggung jawab atas tenggelamnya speed Pusling. Komisi III akan mengambil langkah hukum berupa rekomendasi dan mebatalkan proses serah terima, karena diduga kuat speed tersebut diduga speed bekas bukan baru.

“Kami juga meminta progres pekerjaan dari nol, jika hal ini terus diklaim oleh PPK speed tersebut yang bersumber dari DAK 2018 senilai Rp 1,5 miliar adalah speed baru,” ujarnya politisi PAN Halbar dihadapan Suleman Hi Ahamd selaku PPK saat bersamaan di lapangan.

Sekertaris Komisi lll DPRD Halbar, Kamaludin Kaidati diwawancarai usai kroscek lapangan speed boat Pusling milik Puskesmas Jailolo Selatan yang tengelam (Foto: Surahman/KabarMalut)

Kamal mendesak, untuk secepatnya juga melakukan proses hitung kerugian dan pengembalian uang adendum pekerjaan. Karena sudah masuk unsur denda keterlambatan kerja, apalagi kontrak kerja terhitung mulai pada 24 Juli 2018 lalu yang ditangani oleh Kadis Kesehatan Rosfintje Kalinget.

“Harus dihitung denda keterlambatan kerja, apalagi sudah masuk triwulan pertama akhir 2019 dan baru satu unit tiba di Jailolo dan satunya lagi belum,” pungkasnya.

PPK Pengadaan Pusling, Suleman Hi Ahmad mengaku speed tersebut tidak ada kerusakan karena masih baru, setelah penyerahan atau serah-terima dari pihak ketiga Jumat (15/3), speed sesuai dengan kontrak dan sementara berlabuh di pelabuhan VIP Jailolo. Namun satu minggu kemudian sebelum diserahkan ke pihak Puskesmas, speed mengalami kecelakaan yakni tenggelam.

“Tenggelam ini di luar dugaan kami semua, karena faktor teknis dan kondisi alam. Sehingga speed katanya pada posisi miring pada saat air pasang, karena posisi tali jangkar yang tidak seimbang di hantam ombak atau arus,” kata Suleman.

Terpisah, Kepala Dinkes Halbar, Rosfintje Kalinget dikonfirmasi terkait insiden tenggelamnya speed Pusling, mengkalim senada dengan pengakuan Suleman Hi Ahmad.

“Speed itu terikat kencang di tiang beton, waktu air pasang speednya tidak bisa naik karena sudah tertahan, sehingga speed terjadi kemiringan dan masuklah air,” unkapnya.

Rosfintje juga mengaku, meski belum dilakukan penyerahan ke Puskesmas Jailolo Selatan, speed tersebut rencananya bakal dipakai dalam kunjungan Menteri ke Desa Goeria pada bulan April. Sementara satu lainnya milik Puskesmas Loloda, belum serahkan ke Dinas Kesehatan karena cuaca laut masih berombak.

“Jadi keinginan pak bupati selesai kegiatan Jambore Malaria pada 1 April baru diserahkan, kami juga berkeinginan barang itu bisa dimanfaatkan,” tandasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut