Tangkap Ikan Pakai Bom, Empat Nelayan Desa Koititi Diringkus TNI-Polri

  • Bagikan
Empat nelayan Desa Koititi yang melakukan illegal fishing yang diamankan aparat TNI-Polres berserta barang bukti (Foto: Istimewa)

LABUHA – Empat nelayan asal Desa Koiti, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), diringkus aparat gabungan TNI-Polri dari Koramil 1509-03/Saketa dan Polsek Gane Barat, saat melakukan dugaan tindak pidana illegal fishing dengan menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Sali.

Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Imam Hanafi  mengatakan, penangkapan pelaku illegal fishing berawal dari Informasi dari warga tentang adanya aktifitas illegal fishing dengan menggunakan bahan peledak atau bom. Atas informasi tersebut kemudian Babinsa Kopda Ridwan Salasa bersama Bhabinkamtibmas Brigpol Munawir melakukan pendalaman dan berhasil mengungkap keempat pelaku.

“Tanpa menunggu waktu lama lagi kemudian empat orang pelaku berinisial NL (41), MA (30), JA (24) dan WA (20) warga Desa Koitili Kecamatan Gane Barat, langsung diamankan,” kata Imam dalam keterengan yang diterima KabarMalut, Kamis (4/4/2019).

Para pelaku diamankan beserta barang bukti berupa 2 unit perahu ketinting, 1 unit kompresor, 2 box ikan, 2 ons pupuk Cap Matahari, 40 korek api, 4 buah botol kosong, 3 buah Dopis (Sumbu Peledak), 1 botol walirang, 2 buah obat nyamuk, 2 buah senter kepala beserta HP dan uang hasil penjualan ikan sejumlah  Rp 285 ribu.

“Para pelaku dan barang bukti kemudian diamankan di Polsek Gane Barat untuk proses hukum selanjutnya,” terangnya.

Kegiatan illegal fishing menggunakan bahan peledak atau bom merupakan perbuatan melawan hukum, karena berdampak buruk bagi lingkungan, khususnya rusaknya ekosistem laut, sehingga akhirnya dapat merusak habitat asli ikan serta lebih jauh akan merugikan masyarakat lainnya karena populasi ikan berkurang.

“Kita lakukan tindakan tegas dengan berkordinasi dengan pihak Polri untuk diproses hukum lebih lanjut, sehingga memberikan efek jera dan tidak dicontoh oleh yang lain. Kegiatan illegal fishing dengan cara dibom dapat kita berantas demi terjaganya ekosistem lingkungan yang baik,” pungkasnya. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut