Penyidik Limpahkan Berkas dan Tersangka Karnaval Merah Putih ke Jaksa

  • Bagikan
Tersangka Karnaval Merah Putih, Gracia Dadana Jacob (tengah) saat dibawa ke Lapas Tobelo oleh Kapolres dan Kajari Pulau Morotai untuk dititipkan penahananya di Lapas Tobelo (Foto: Istimewa)

DARUBA – Berkas penyidikan dugaan penistaan agama pada Karnaval Merah Putih di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut)  dengan tersangka Grecia Dadana Jacob akhinya dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa. Penyidik kemudian melakukan tahap dua pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pulau Morotai untuk dilanjutkan ke tahap persidangan di pengadilan.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikael P Sitanggang mengaku berkas penanggung jawab kegiatan Karnaval Merah Putih dari Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) yang berlangsung pantai Army Dock itu, sudah diserahkan ke Kejari Pulau Morotai serta ditahan di Lapas Klas IIB Tobelo Halmahera Utara (Halut).

“Berkas tersangka sudah dilimpahkan ke Jaksa dan tersangka juga sudah ditahan atau dititipkan di Lapas Tobelo sejak Selasa kemarin,” kata Mikael kepada KabarMalut, Rabu (29/5/2019).

Senada, Kepala Kejari Pulau Morotai Supardi mengatakan tersangka saat masih berstatus tahanan jaksa dan rencana akan dilakukan sidang perdana pasca lebaran idul fitri nanti.

“Berkasnya dan bukti sudah lengkap tinggal menunggu selesai lebaran akan dilakukan sidang perdana dan sementara ini tersangka berstatus tahanan jaksa dan dititipkan di Lapas Tobelo sejak Selasa kemarin,” ujar Supardi.

Tersangka dikenakan pasal 156 KUHP tentang penistaan agama dan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan acaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Sebelumya Gracia selaku penanggung jawab kegiatan Karnaval Merah Putih pada kegiatan yang berlangsung di pantai Army Dock Kecamatan Morotai Selatan Kamis 21 Februari 2019 lalu, diduga melakukan penistaan agama.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 500 siswa-siswi SD-SMA tersebut, awalnya dikemas dalam bentuk Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas, namun pada akhir acara, para siswa-siswi diduga ‘dibaptisan’ secara massal. Kegiatan ini kemudian mencul kecamatan masyarakat Pulau Morotai serta Malut secara keselurahan. (Ajo)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut