Polres Pulau Morotai Tangkap Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Anak

  • Whatsapp
Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikhail P Sitanggang, didampingi Kasat Reskrim dan stafnya serta pelaku, gelar jumpa pers terkait kasus pencabulan dan pembunuhan (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Aparat dari Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), berhasil mengungkap kasus pemuan mayat anak dibawah umur dengan korban ME (6) yang terjadi di Desa Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat pada 20 April 2019 lalu. Korban yang diduga dicabuli kemudian dibunuh.

Sat Reskrim Polres Pulau Morotai, kini telah mengamankan pelaku berinisial RM (35) yang tak lain merupakan warga Desa Wayabula itu sendiri. Pelaku dibekuk di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur pada Rabu (29/5) lalu, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polsek Morotai Selatan Barat dan Sat Reskrim Polres Pulau Morotai.

Muat Lebih

Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikael Sitanggang menyebutkan pelaku dibekuk di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Rabu (29/5) atas pengembangan anggota Polsek Morotai Selatan Barat dan tim Sat Reskrim Polres Morotai yang melakukan penyelidikan sejak olah TKP hingga pelaku berhasil ditangkap.

“Penangkapan terhadap pelaku atas pengembangan Sat Reskrim yang melakukan penyelidikan sejak olah TKP hingga pelaku akhirnya ditangkap di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur oleh anggota Sat Reskrim Polres Pulau Morotai,” kata Mikael kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Menurutnya, korban hilang pada 18 April 2019 oleh pihak keluarga langsung melaporkan ke Polsek Morotai Selatan Barat dan saat itu juga anggota Polsek bersama anggota polisi yang malakukan pengamanan di TPS beserta warga setempat, bersama-sama melalukan pencarian.

“Setelah melakukan pencarian akhirnya korban ditemukan di kebun yang tidak jauh dari rumah korban pada 20 April 2019 sekitar pukul 12.00 WIT dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Pelaku pencabulan dan pembunuhan, RM yang diamankan dalam sel tahanan Polres Pulau Morotai (Foto: Fizri/KabarMalut)

Mikael menjelaskan, pengakuan pelaku RM (35) kasus ini bermula saat ia (pelaku) hendak ke kebun untuk mengambil kayu bakar dan ketika dalam perjalanan, ia melihat korban sedang bermain sendiri di belakang sekolah yang juga tidak jauh dari rumah korban dan TKP.

“Saat ia (pelaku) melihat korban terlintas dalam benaknya untuk membawa korban dan melakukan aksi bejatnya (pencabulan). Melihat korban menangis, pelaku panik dan menutup mulut korban serta mencekik leher korban hingga akhirnya korban pun meninggal dunia,” terang Mikael.

Setelah tahu korban sudah tak bernyawa, pelaku mengangkat korban dan memindahkan di semak-semak kebun dan menutupi korban dengan daun kelapa dan daun pisang kemudian pelaku meninggalkan korban.

Pelaku kini ditahan di Polres Morotai untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku sendiri dikenakan pasal berlapis yakni pasal 82 ayat (1) Undang-Undang (UU) nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo pasal 76E UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan atau pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76C tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *