Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan RSUD Pulau Morotai Bakal Bertambah

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara, Kombes Pol Masrur (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai tahun anggaran 2016-2017. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah setelah dilakukan pengembangan.

Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur mengatakan penyelidikan kasus RSUD Pulau Morotai yang ditangani pihaknya terdapat pada dua aitem, yakni pembangunan gedung rawat inap dan gedung kantor dengan dengan total kerugian Rp 1,2 miliar.

“Untuk gedung kantor masih dalam penyelidikan, sementara untuk gedung rawat inap berkasnya masih di jaksa peneliti,” kata Masrur kepada KabarMalut, Jumat (28/6/2019).

Masrur menambahakan, dalam kasus gedung rawat inap tim penyidik menemukan adanya tersangka lain selain dua tersangka sebelumnya yakni GB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan CB selaku kontraktor.

“Ada tersangka baru dalam kasus itu. Tapi nanti kami akan sampaikan pekan depan,” ucapnya.

Ia menegaskan, untuk dua tersangka sebelumnya itu tidak dilakukan penahanan sebab dinilai koperatif.

“Dua tersangka ini masih kooperatif. Intinya kami proses dua kasus itu masih berjalan,” akunya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut