Satu Lagi JCH dari Malut Meninggal Dunia di Tanah Suci

  • Whatsapp
Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Halmahera Selatan, Naser Rajab Husen semasa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hamid Sulaiman Al-Ahmadi (Foto: Istimewa)

TERNATE – Satu lagi Jamaah Calon Haji (JCH) dari Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 09 Embarkasi Makassar dikabarkan meninggal dunia di tanah suci Arab Saudi. JCH tersebut bernama Naser Rajab Husen (79) asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Provinsi Maluku Utara, Tahmid Abubakar mengatakan almarhum wafat pada Minggu (28/7) sekitar pukul 15:36 Waktu Arab Saudi atau pukul 21:36 WIT di Rumah Sakit Dr Hamid Sulaiman Al-Ahmadi Madinah.

Muat Lebih

“Sebelumnya  13 Juli lalu almarhum dirujuk ke emergency room King Fahd, Jeddah dengan diagnosa dokter yakni gangguan kecemasan dan dimensia. Kemudian pada 15 Juli almarhum kembali dirujuk lagi ke Rumah Sakit Hamid Sulaiman, Arab Saudi karena penurunan kesadaran dan dirawat selama beberapa hari di ruang ICU hingga meninggal dunia,” kata Tahmid kepada KabarMalut, Senin (29/7/2019).

Menurut Tahmid, aalmarhum di diagnosa terakhir yakni penurunan kesadaran sehingga dirawat di ruang ICU dan terpasang ventilator dengan diagnosa COPD eksaserbasi akut hingga meninggal pada Minggu (28/7).

“Untuk pemakaman saat ini almarhum sudah ditangani oleh petugas di Arab Saudi dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap diberikan ketabahan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenang Halsel, Mizna Laila Albaar saat dikonfirmasi mengaku JCH tersebut berasal dari Desa Busua Kecamatan Kayoa Barat. Almarhum Naser merupakan salah satu JCH yang berusia lanjut.

“Sejak semalam kami sudah hubungi keluarga almarhum di Kayoa tapi belum bisa terhubung karena masalah jaringan,” terang Mizna.

Selain itu, terdapat dua JCH asal Halsel hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Madinah dan Rumah Sakit Arab Saudi karena menderita sakit.

Untuk dua jamaah yang dirawat, Mizna menyebutkan tidak bisa dipublikasi identitas sebab nantinya bisa berpengaruh pada psikolog keluarga. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *