Polda Malut Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra

  • Bagikan
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Suroto ketika menyamatan pin pada petugas Operasi Zebra Kie Raha 2019 (Foto: Istimewa)

TERNATE – Polda Maluku Utara (Malut) menggelar Apel Operasi Zebra Kie Raha 2019, dalam rangka kesiapan pasukan yang berlangsung di halaman Mapolda Malut, Rabu (23/10/2019).

Kapolda Malut, Brigjen Pol Suroto mengatakan, tiga bulan terakhir menjelang pelaksanaan Operasi Zebra Kie Raha 2019, kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 46 kasus, korban meninggal dunia sebanyak 26 orang, korban luka berat 22 orang dan korban luka ringan sebanyak 33 orang serta kerugian material sebesar Rp 256.100.000.

” Polda Malut telah menetapkan kalender Operasi Zebra Kie Raha 2019 selama 14 hari, terhitung mulai 23 Oktober sampai dengan 5 Novembar dengan sandi Zebra Kie Raha 2019,” kata Suroto saat memimpin Apel.

Suroto mengaku fungsi umum operasi terbuka dalam bentuk operasi Harkamtibmas dan mengedepankan fungsi Lantas serta didukung fungsi kepolisian lainnya yang dilaksanakan secara profesionan, bermoral dan humanis,” terangnya.

Jendral bintang satu menambahkan, pola operasi yang digunakan adalah penegakan hukum Lantas 80 persen, kegiatan preventif 10 persen dan premetif 10 persen, tujuan Operasi Zebra Kie Raha 2019 tertib administrasi kendaraan bermotor dan pengemudi melalui indifikasi keabsahan adimistrasi kendaraan bermotor dan mengemudi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Selain itu meningkatkan kesadaran berlalulintas melalui upaya Gakum mengarahkan berbasis IT, guna meminalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas untuk target dan sasaran operasi, secara umum adalah menekan potensi gangguan, pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan helm standar, pengemudi roda empat yang tidak mengunakan safety belt,” sebut Suroto.

Suroto menambahkan, pengemudi roda empat yang melebihi batas maksimal kecepatan, pengemudi ranmor yang lawan arus, mabuk pada saat mengemudikan ranmor, pengendara ranmor yang masih dibawah umur, menggunakan handphone pada saat mengemudi ranmor, ranmor yang menggunakan lampu rotator strobo sirine tidak sesuai peruntukan dan pengendara yang tidak dilengkapi dengan STNK yang sah pelanggaran pasal 288,(1) UU nomor, 22 2019.

“Harapan dan tujuan dalam operasi tersebut akan terasa sulit apabila tidak adanya sinergitas dan dukungan dari instansi terkait serta kepedulian masyarakat untuk dapat mensosialisasikan operasi tertib lalu lintas, mewujudkan Malut menjadi kota yang lebih berbudaya dalam tertib berlalulintas,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut