Soal Laporan GCW, Bupati Haltim: Persoalan Itu Saya Sudah Bolak-Balik Dari KPK

  • Whatsapp
Bakal Calon Bupati Halmahera Timur, Muhdin Mabud (Foto: Hasrul/KabarMalut)

MABA – Bupati Halmahera Timur (Haltim), Muhdin Ma’bud menanggapi laporan Gamalama Corruption Watch (GCW) di Polda Maluku Utara (Malut), soal dugaan adanya penerimaan dana titipan semasa masih menjabat Wakil Bupati Haltim pada tahun 2014-2015.

Muhdin mengatakan dugaan korupsi yang dituduhkan kepadanya tersebut, dirinya sudah bolak-balik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak lama. Namun tidak ada kepastian, sehingga saat ini kembali dilaporkan ke Polisi.

Muat Lebih

“Persoalan itu saya sudah bolak-balik dari KPK segala macam, tapi sudahlah saya tidak mau berkomentar,” ungkap Mudin saat meninjau RSUD Kota Maba, Selasa (22/10/2019).

Mudin tidak mau berkomentar panjang dengan alasan tidak ingin nanti menekan orang lain, sehingga lebih baik memilih diam.

“Saya tidak mau bicara yang kemudian merembet lagi,” tegasnya.

Meski begitu, Muhdin mempertanyakan sebagai bupati dan wakil bupati, apakah mempunyai kekuatan untuk menitipkan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar lebih itu di APBD Haltim sebagaimana dituduhkan GCW.

“Saya cuma mau katakan bahwa kalau itu titipan, apa iya pak bupati dan wakil bupati punya kekuatan untuk menitip anggaran sebesar itu?, Itu saja logikanya,” ucapnya menutup.

Sebagaimana diberitakan, Bupati Haltim Muhdin dilaporkan oleh GCW ke Polda Malut terkait dengan diduga menerima uang dari Bendahara Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Haltim senilai Rp 3,1 miliar lebih pada tahun 2014-2015 silam.

Berdasarkan keterangan GCW, mereka menduga Bupati Haltim telah melakukan tindak pidana korupsi, karena uang yang diterima bukan uang operasional atau uang pribadi yang dititipkan di Bagian Umum dan Perlengkapan melainkan APBD. (Ajo)

Pos terkait