Tower SUTT Kayu Merah Tak Perlu Amdal

  • Bagikan
Ahli Lingkungan, Syarif Tjan (Foto: Istimewa)

 

TERNATE – Aksi unjuk rasa sejumlah masyarakat dan mahasiswa atas penolakan pembangunan Tower IV SUTT di RT 12 Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate oleh PT PLN (Persero) UIP Maluku. Terkait dengan persoalan izin lingkungan berupa dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

Ahli Lingkungan, Syarif Tjan mengaku berdasarkan ketentuan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) nomor 05 tahun 2012, sudah sangat jelas bahwa pembangunan Tower SUTT 150 Kv tersebut sudah sesuai ketentuan terkait lingkungan hidup.

“Kalau kita berpatokan pada Permen LH nomor 5 tahun tahun 2012,tentang Jenis Rencana Usaha dan /atau Kegiatan yang wajib Amdal, maka kegiatan pembangunan Tower SUTT tersebut tidak perlu Amdal. Cukup dengan UKL dan UPL sudah bisa dilakukan pembangunan,” kata Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (6/11/2019).

Jika dilihat dari dokumen UKL-UPL, lanjut Sayarif, yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, pihak PT PLN (Persero) sudah memenuhi syarat dokumen lingkungan, sehingga dikeluarkan UKL-UPL. Dengan begitu, PT PLN (Persero) sudah bisa melakukan pembangunan, karena telah memenuhi standar lingkungan.

“Jika dilihat juga tower SUTT tersebut juga tidak berada di jalur hutan lindung, sehingga dengan UKL-UPL sudah memenuhi standar tidak perlu lagi ada Amdal. Kalau sudah ada Izin Lingkungannya dan disertai dengan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungannya Hidup (UKL ) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL), maka dilihat dari aspek perijinan apa yg dilakukan PLN sama sekali tidak melanggar,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa, masyarakat harus memahami terkait dengan SUTT dan SUTET karena sangat berbeda dari masalah tegangan listrik. Sehingga dalam Permen LH nomor 5 tahun 2012 itu sudah sangat jelas ketentuannya. Yang wajib Amdal dan tidak wajib itu sudah sangat jelas.

“Begini ya, kita harus bedakan antara SUTT dan SUTET. SUTT itu saluran udara tegangan tinggi, tegangannya berkisar antara 70 KV – 150 KV. Sedangkan SUTET itu saluran udara tegangan ekstra tinggai, tegangannya antara 275 KV – 800 KV. Sehinga kementerian mewajibkan Amdal itu sudah tepat bukan main-main lho,” ungkap Syarif.

Sehingga menurutnya, masyarakat harus memahami persoalan tersebut agar tidak mejadi bias. Sebab, semua prinsip terkait dengan ijin lingkungan sudah dipenuhi PLN. Dirinya juga menjelaskan terkait masalah bahaya telepon gengam dengan Tower SUTT.

“Sepengatahuan saya justru tower telekomunikasi lebih berbahaya dari SUTT. Karena telekomunikasi memiliki medan listrik yang tinggi yaitu 1800 megaHertz. Sedangkan SUTT dibawah itu,” tutupnya.

Diketahui ijin lingkungan UKL-UPL PT PLN (Persero) UIP Maluku dikeluarkan, Berdasarkan pada Surat Keputusan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadh Satu Pintu Kota Ternate nomor: 05 /DPMPTSP/X/2017 atas rekomendasi persetujuan UKL-UPL Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate atas Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Pembangunan Gas Insulated Substation (GIS), dan SUTT nomor: 660.1/ 04/UKL-UPL/DLH-KT/ 2017 Tanggal 09 Oktober 2017. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut