Jaksa Hentikan Lidik Dugaan Korupsi Retribusi di Disperindag Ternate

  • Bagikan
Kasi Intel Kejari Ternate, Zubaidi S Mansur (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, akhirnya menghentikan penyelidikan dugaan korupsi anggaran ristribusi lapak, kios dan ruko di Dinas Pendustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate tahun 2017.

Kasi Intel Kejari Ternate, Zubaidi S.Mansur mengatakan setelah dilakukan penyelidikan dan hasil dibawa ke gelar perkara yang dihadiri tim penyidik maupun tim Jaksa. Hasil penyelidikan menyimpulkan tidak memiliki bukti atau unsur terjadinya dugaan korupsi anggaran retribusi.

“Dari hasil penyelidikan tersebut sudah kami kumpulkan dokumen, kasus tersebut itu sudah 16 orang saksi sudah diperiksa, namun dari hasil ekspos tadi kami berkesimpulan dihentikan karena tidak cukup alat bukti untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Zubaidi kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Hasil Laporan Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara (Malut) tahun 2017, kata Zubaidi, hanya bersifat adimistrasi yakni sekira 546 pedagang tidak memiliki surat perjanjian tempat usaha dan telah ditindak lanjuti Disperindag Ternate. Sehingga di tahun 2018, sudah diterbitkan surat perjanjian sewa kontrak tempat usaha.

“Temuan BPK tahun 2018 itu distribusi belum disetorkan senilai Rp 149 juta ke kas daerah, tetapi dalam hasil pemeriksaan kita mereka sudah menindak lanjuti temuan BPK tersebut dengan cara mengembalikan ke kas daerah dengan bukti-bukti setoran ke bank itu sudah ada semua,” terangnya.

Dengan begitu, tim yang hadir pada gelar perkara memutuskan penyelidikian dugaan korupsi dalam permasalahan ini dihentikan karena tidak cukup bukti. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut