PT IWIP Dinilai Bohongi Masyarakat Wasile Selatan

  • Bagikan
Tokoh Pemuda Wasile Selatan, Ruslan Idris (Foto: Istimewa)

MABA – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, dinilai melakukan pembohongan terhadap masyarakat Halmahera Timur (Haltim), khususnya masyarakat Kecamatan Wasile Selatan yang tergolong areal tambang.

Pemuda Wasile Selatan, Ruslan Idris mengatakan sebelumnya dalam hasil pertemuan antara  para Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Wasile Selatan dengan PT IWIP pada Juli 2019 lalu, melahirkan beberapa kesepakatan penting, salah satunya perjanjian pada bulan Oktober 2019 akan melakukan sosialisasi secara terbuka dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat Kecamatan Wasile Selatan, sebelum melakukan peningkatan aktivitas pertambangan dari Eksplorasi ke Operasi Produksi (OP) PT IWIP.

“Akan tetapi kesepakatan itu diingkari PT IWIP dengan tetap melakukan aktivitas pembongkaran badan jalan dan pengeboran di wilayah Kecamatan Wasile Selatan tepatnya di KR-2,” ungkap Ruslan kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Menurut Ruslan, ada sekitar 100 lebih yang tergabung dari beberapa desa mengecek langsung ke lokasi tersebut, faktanya benar PT IWIP melakukan pembohongan ke masyarakat Wasile Selatan.

“Belum lagi soal kantor Perwakilan PT IWIP yang tidak dibangun di Wasile Selatan, sehingga kami desak agar ini di aktifkan kembali. Kemudian soal pemberdayaan atau distribusi CSR terhadap masyarakat areal sekitar pertambangan ini juga harus jelas dan tepat sasaran, dan program beasiswa dan sarana untuk mahasiswa Kecamatan Wasile Selatan harus dibicarakan tuntas dengan pihak PT IWIP,” katanya.

Selain itu, terkait lahan kaplingan masyarakat Wasile Selatan pun belum diselesaikan oleh pihak PT IWIP, namun anehnya disaat para Kades  menyurat ke Pihak PT IWIP melalui Departemen Eksternal, malah mereka meminta agar diterbitkan surat kedua yang isi membatalkan poin-poin pada surat pertama.

“Saya pikir sikap atau cara pihak perusahaan menanggapi surat tersebut sangat keliru dan cara bernegosiasi dengan masyarakat tidak harus seperti itu, kami dan masyarakat Wasile Selatan meminta agar duduki permasalahan ini secara bersama-sama satu meja biar jelas (clear),” pintanya.

Karena itu lanjutnya, dengan berbagai rentetan permasalah tersebut mengaku sangat kecewa dan meragukan eksistensi kehadiran PT IWIP tidak dapat memberikan dampak yang baik (positif) juga tidak serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat Wasile Selatan atau masyarakat yang berada di areal sekitar tambang.

“Atas beberapa persoalan tersebut kami menilai pihak PT IWIP tidak menghargai Kepala Desa dan masyarakat Kecamatan Wasile Selatan, sehingga kami akan mengkonsolidasi seluruh elemen pemuda dan masyarakat Wasile Selatan untuk kembali naik ke lokasi KR memboikot aktivitas perusahaan PT Weda Bay Nickel (Penghentian pengeboran) yang sudah masuk wilayah Wasile Selatan,”ancamnya, sembari mengatakan permasalahan ini akan dilaporkan Kepada Gubernur Maluku Utara dan Menteri ESDM agar segera mengevaluasi/ mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT IWIP.

Terkait persoalan itu, PT IWIP sendiri belum bisa dikonformasi untuk perimbangan pemberitaan hingga berita naik tayang. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut