Hujan Deras, Ratusan Rumah di Pulau Morotai Terendam Banjir

  • Bagikan
Salah satu rumah warga Desa Lusou Kecamatan Morotai Utara yang tergenang air akibat banjir (Istimewa)

DARUBA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) sejak Senin (6/2) kemarin, mengakibatkan ratusan rumah di dua kecamatan terendam banjir.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, ratusan rumah ini diterjang banjir yakni di Desa Losuo Kecamatan Morotai Utara dengan tinggi sekira 1 meter. Selain itu, sejumlah rumah warga di Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya juga mengalami hal serupa.

Hujan yang terjadi sejak  pukul 17:00 WIT kemarin hingga pukul 09:00 WIT tadi, membuat luapan sungai di kedua desa dan merendam ratusan rumah warga. Bahkan arus lalu lintas di kedua desa juga terganggu akibat tingginya luapan air dari banjir.

Pj Kepala Desa Losuo, Jalaludin Ode Goa saat dikonfirmasi mengaku ratusan rumah warganya yang tergenang air ini diakibatkan luapan air kali di desanya. Sebab kali  tersebut  belum dibangun talut penahanan air.

“Begitu hujan air turun, air kali langsung masuk di kampung karena sudah banjir dan banjir kali lebih tinggi dari tahun kemarin, karena tahun kemarin itu hanya 1 meter tetapi tahun ini lebih dari 1 meter,” kata Jalaludin, Selasa (7/1/2020).

Camat Morotai Jaya Fahrudin Banyo mengecek warga desa Sopi Majiko yang terkena banjir (Istimewa)

Meski begitu, musibah ini tidak menyebabkan korban jiwa, tetapi rata-rata barang elektronik serta lain milik mengalami kerusakan akibat tergenangan air banjir. Warga berharap adanya pembangunan talud, sehingg bisa menahan air banji ketika musim hujan tiba.

“Kami berharap agar Pemda Pulau Morotai segera melakukan pembangunan talut, agar begitu hujan deras air kali juga tidak menguap lagi karena sudah ada talut penahanan,” harap Jalaludin.

Sementara Camat Morotai Jaya, Fahrudin Banyo mengaku akibat hujan deras yang berlangsung sejak Senin kemarin, satu desa di wilayah kerjanya yakni Desa Sopi Majiko juga rumah warga terrendam banjir. Hal ini juga akibat luapan sungai di desa tersebut.

“Ini akibat dari menguapnya air kali, karena tidak talut penahanan, tapi sukur Alhamdulillah hari ini air sudah mulai surut,” ucap Fahrudin.

Fahrudi sendiri mengatakan pihaknya langsung melaporkan ke Bupati Benny Laos dan Badan Panangulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun ke lokasi bajir agar dapat melihat kondisi para warga. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut