Saling Lapor, Sekretaris IKT dan Dua Oknum Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan

  • Bagikan
Kabid Propam Polda Maluku Utara (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Sekretaris Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Pulau Morotai, Jamaludian yang menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum Polisi, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Jamaludin bersama dua rekannya masing-masing berinisial WK dan K menyandang status tersangka atas dugaan pengeroyokan terhadap Bripda Fahri.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku Utara (Malut), AKBP Susanto mengatakan ada dua laporan yang ditangani Polisi terkait dugaan pengeroyokan Sekretaris IKT Jamaludin dan dugaan pengeroyokan terhadap anggota Polisi Bripda Fahri.

“Jamaludin lapor pidana karena dipukul oknum anggota Polres Pulau Morotai, anggota (Bripda Fahri) juga yang dipukul masyarakat termasuk Jamaludin juga diproses, jadi dua-duanya melaporkan pidananya diproses pidananya. Disisi lain, anggota selain pidana, otomatis disiplin juga jalan. Jadi disipilin juga kita proses,” kata Susanto ketika dikonfirmasi KabarMalut, Selasa (7/1/2020).

Pasca kejadian, Tim Propam Malut langsung melakukan investigasi dengan memeriksa korban serta sejumlah saksi, hasilnya menetapkan dua orang oknum Polisi yakni Bripda RS dan Bripda R sebagai terduga (tersangka) pengeroyokan terhadap korban Jamaludian. Kedua oknum Polisi itu merupakan rekan seangkatan Bripda Fahri yang bertugas di Polres Pulau Morotai.

“Untuk korban Jamaludin yang kita temukan sementara ada dua, saya perintahkan Kasat Reskrim kalau memang mau dikembangkan untuk terduga lain silahkan dikembangkan, karena itu tugas Serse. Karena kami sifatnya membuka jalan sehingga terang, tidak ragu-ragu, karena kemarinkan belum terang siapa pelakunya,” jelasnya.

Para terduga diduga kuat mengeroyok korban Jamaludin saat di kantor Polres Pulau Morotai. Para terduga juga selain diproses secara pidana, mereka juga menjalani proses disiplin.

“Untuk dua oknum terduga ini proses disiplinya tingga dibuatkan resume, buat saran pendapat hukum dari Bidang Hukum Polda langsung sidang oleh atasan yang berhak menghukum (Ankum) yakni di Polres Pulau Morotai,” terangnya.

Sementara itu, anggota Bripda Fahri juga melaporkan Jamaludin atas dugaan pengeroyokan. Dengan demikian, Jamaludin bersama dua rekannya juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reskrim.

“Ada dua TKP sampai Fahri diikat dan dikeroyok termasuk salah satunya pelakunya itu Jamaludin. Kalau korban Bripda Fahri pelakunya ada tiga salah satunya inisialnya J, WK dan K,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut